Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Desember 2024 | 06.30 WIB

Kementerian Transmigrasi Kirim 100 Ribu Transmigran, Targetkan Berpenghasilan Minimal Rp 10 Juta per Bulan

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. (Hilmi/Jawapos)



JawaPos.com - Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara memasang target pengiriman transmigran yang besar. Selama lima tahun ke depan, dia berharap bisa mengirim sampai 100 ribu transmigran. Dia menegaskan harus ada perbaikan kesejahteraan bagi para transmigran tersebut.

Target pengiriman transmigran itu disampaikan Ifitah usai bertemu dengan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Jakarta kemarin (16/17). Iftitah mengatakan Kementan adalah mitra strategis program transmigrasi. Nantinya pengiriman atau penempatan transmigran, didekatkan dengan lahan atau sawah program swasembada pangan.

"Kebutuhannya dalam lima tahun ke depan 100 ribu orang (transmigran)," kata Iftitah.

Skema teknisnya adalah Kementerian Transmigrasi menyiapkan transmigran dan huniannya. Sedangkan Kementan terkait dengan lahan garapan beserta alat atau perlengkapan tanamnya.

Iftitah mengatakan, program transmigrasi orientasinya adalah pembuatan kawasan. Jadi, bukan urusan ekonomi semata. Tetapi juga peradaban.

"Membawa transformasi transmigrasi. Tidak hanya memindahkan kemiskinan
dari daerah asal, ke tempat baru," tuturnya.

Dengan mendekatkan lokasi tinggal transmigran ke lahan garapan, diharapkan mereka lebih produktif. Apalagi didukung dengan peralatan pertanian yang nantinya disiapkan oleh Kementan.

Sementara itu Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan, para transmigran di sektor pertanian itu menjadi bagian dari program swasembada pangan pemerintah. Sehingga akan ditargetkan mendapatkan penghasilan minimal Rp 10 juta per bulan.

"Ini penghasilan, bukan gaji," kata Amran.

Program pengiriman transmigran diantaranya di Provinsi Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara. Lebih lanjut, Mentrans Iftitah mengemukakan bahwa kolaborasi dengan Kementan itu akan dimulai pada Januari 2025.

Di antaranya dengan pembentukan working group antara Kementan dan Kementrans sebagai langkah awal untuk merancang implementasi secara efektif. Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan pemerintah dan berbagai pihak dapat saling bahu-membahu untuk mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Amran mengungkapkan bahwa lahan yang dikelola sejalan dengan lahan yang dibangun dalam program optimasi lahan (oplah) dan cetak sawah. Dengan fokus utama pada komoditas padi.

"Kita siapkan 3 juta hektare. Fokus utamanya pada padi, kemudian hortikultura dan perkebunan," jelasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore