Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 November 2024 | 20.59 WIB

Konten dan Iklan Judol Masih Bertebaran, Cak Imin Minta Kemenkomdigi Segera Bertindak

Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyayangkan masih banyaknya konten dan iklan judi online (judol) yang bertebaran. Ia meminta Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) untuk segera bertindak. 
 
Muhaimin mengungkapkan, saat ini, konten dan iklan judol masih banyak bertebaran di berbagai platform digital. Mulai dari di Facebook, Google, bahkan WhatsApp. “Hal ini tentu membuat masyarakat mudah mengaksesnya,” ujarnya usai bertemu dengan Menkomdigi Meutya Hafid di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (28/11).
 
Kerenanya, Kemenkomdigi yang memiliki peran besar dalam urusan dunia digital diminta untuk bisa menutup konten dan iklan tersebut. “Kami harap moderasi konten bisa diperketat dan praktik judol bisa ditekan” lanjutnya. 
 
 
Selain konten judol, ia juga menyoroti persoalan kebocoran data yang cukup berperan dalam promosi judol. Menurutnya, iklan-iklan judol kini banyak disebarkan melalui pesan-pesan WhatsApp. “Artinya kebocoran data terkait kontak WhatsApp masih terjadi dan perlu menjadi perhatian,” papar pria yang akrab disapa Cak Imin tersebut. 
 
Dalam kesempatan tersebut, ia pun menekankan kembali soal judol yang kian meresahkan dan merugikan masyarakat. Dewasa ini judol sudah jadi bencana bencana sosial karena merusak siklus kesejahteraan masyarakat. 
 
Judol disebutnya sebagai upaya penipuan kepada masyarakat. Sebab sejatinya masyarakat pasti akan mengalami kerugian. Hal tersebut juga yang menjadikan judi online berpotensi menambahkan kemiskinan baru.  Sebanyak 8,8 juta masyarakat yang terlibat judol sangat berpoetnsi menjadi kontributor kemiskinan baru yang setelah menjadi korban.
 
Untuk menegakkan literasi digital, Cak Imin digencarkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa judi online adalah penipuan. “Sistem judi online dan berbagai iklan yang menggoda masyarakat kelas bahwa perlu dilawan dan meningkatkan literasi digital dengan kesadaran penuh melibatkan banyak pihak, mulai dari tingkat desa untuk langkah preventif dan antisipatif, sampai kampanye digital, sosialisasi edukasi bahaya judi online,” paparnya. 
 
 
Ia berencana melibatkan semua unsur masyarakat dalam program literasi digutal inji.Mulai dari pendamping desa, pendamping PKH, dan seluruh kader penggerak pembangunan pemerintah daerah. 
 
Muhaimin menyatakan, pemerintah akan sekuat tenaga untuk memberantas judi online. Karena bahaya latennya bisa sangat mengerikan. Tak hanya kemiskinan baru tapi juga masalah kesehatan baik fisik maupun psikis. 
 
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid pun sepakat soal urgensi pemberantasan judol ini. Diakuinya, pihaknya sudah memblokir ratusan ribu akun ataupun iklan judol setiap minggunya. Akan tetapi, para pelaku memang seperti mati satu tumbuh seribu.
 
Karenanya, dia menekankan bahwa Kerja sama dan koordinasi antar lembaga dan kementerian menjadi kunci dalam keberhasilan penekanan judi online. "Pada intinya adalah kami yakin kalau kompak kuat sebagaimana arahan presiden. Meskipun lintas tapi tetap karena semua terlink menjadi satu prmasalahan judi online selama kompak semuanya insyaallah semua bisa ditangani," pungkasnya.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore