
Kadisdik Simalungun, Resman Saragih saat ditemui di ORI Sumut, Selasa (31/7).
JawaPos.com - Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun memenuhi panggilan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Sumut, terkait pemutusan Beasiswa Utusan Daerah (BUD) mahasiswi Institut Pertanian Bogor (IPB), Arnita R Turnip.
Kepala Disdik Simalungun, Resman Saragih membantah kalau isu soal pemutusan beasiswa itu karena Arnita mualaf. Menurut dia, pemutusan itu karena kendala administrasi.
"Pemutusan hubungan beasiswa utusan daerah untuk atas nama Anita turnip di IPB, tidak ada sedikitpun mengandung unsur Sara jadi saya sangat berkepentingan untuk bertemu dengan Bapak Ibu sekalian untuk mengklarifikasi berita-berita tersebut," kata Resman Saragih, Selasa (31/7).
Saat pemutusan beasiswa, Resman memang belum menjadi Kadis. Namun, dia mengetahui persoalan tersebut. Yang dianggap kesalahan administrasi oleh pihak Disdik, lantaran Arnita tidak bisa dihubungi lagi selama d IPB. Bahkan, pihaknya mengklaim sudah berusaha bertemu dengan Arnita.
"Karena ini menyangkut uang. Kita bingung, biaya kuliahnya mau ditransfer ke mana. Nomor Kontaknya nggak ada. Jadi kita berhati-hati. Jadi tadi, sudah di undang oleh Ombudsman sebagai penanganan, sudah bertemu langsung dengan orang tua yang bersangkutan," ungkapnya.
Mereka berjanji, akan menyelesaikan masalah itu dalam beberapa hari ke depan. Arnita pun akan diaktifkan kembali menjadi mahasiswa IPB. Disdik Simalungun juga akan berkoordinasi dengan IPB.
Dalam skema BUD Pemkab Simalungun, Arnita memperoleh Rp 20 juta untuk tiap semester. Rinciannya Rp 11 juta untuk uang kuliah dan Rp 9 juta untuk biaya hidup.
Mantan Kadis Pendidikan Simalungun saat penghentian BUD itu, Lurinim Purba, juga menyatakan tidak ada motif SARA di balik keputusan mereka. Menurut dia, kondisi itu terjadi karena Arnita tidak membuat permohonan. “Kami tidak bisa menghubunginya,” ucapnya.
Lurinim juga mengaku, pihaknya sudah menyurati agar Arnita membuat laporan yang harus diserahkan tiap semester. Surat untuk Arnita sudah dititipkan kepada koordinator mahasiswa BUD Pemkab Simalungun di IPB.
Sementara itu, Ibu Arnita, Lisnawai juga mengaku heran dengan pengakuan Dinas Pendidikan Simalungun. Dia heran kenapa pihak Disdik hanya bisa menghubungi anak sulungnya pada semester pertama.
“Anak saya sampai semester tiga masih aktif kuliah, setelah surat pemutusan BUD itulah dia jadi stres,” tandasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022