
Operasi water bombing untuk pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah, Minggu (23/8). (BNPB)
JawaPos.com - Pakar Forensik Kebakaran IPB Bambang Hero Saharjo mengungkapkan bahwa teknologi pemadaman api dengan tepung berbahan organik bukan hal baru. Namun, sepengatahuannya adalah tepung berbahan dari jagung, bukan ubi.
Pernyataan tersebut disampaikan Bambang menyusul perintah Presiden RI Prabowo Subianto untuk menguji coba produksi massal teknologi tepung pemadam api berbahan baku ubi atau singkong. Teknologi itu sebelumnya disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat penanganan karhutla di Palembang, Senin (24/8).
"Kalau yang dari singkong saya tidak tahu, namun yang dari tepung jagung pernah saya gunakan dan ujicobakan serta jadi bahan penelitian mahasiswa S1 bimbingan saya,” ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (26/8).
Bambang menjelaskan, tepung jagung yang digunakan dalam inovasinya tidak bekerja secara tunggal. Tepung tersebut dicampurkan dengan beberapa material lain, kemudian direndam dalam air hingga membentuk gel.
“Produk ini kemudian direndam dalam air dan harus hati-hati karena kalau terlalu kental, maka aliran air dalam selang pemadam terhambat. Produk ini disebut dengan gel,” kata Bambang.
Menurutnya, gel tersebut memiliki fungsi ganda dalam proses pemadaman. Selain membantu memadamkan api, gel dapat menutup pori-pori gambut sehingga api atau bara yang masih berada di bawah permukaan tidak mudah muncul kembali.
“Tujuannya adalah untuk memadamkan api sekaligus menutup pori-pori gambut dengan gel tadi itu agar api atau bara yang masih berada di bawah tidak naik kembali,” paparnya.
Dalam penerapannya, campuran tersebut dapat disemprotkan menggunakan pompa dan selang. Karena material yang disemprotkan merupakan campuran air dan tepung, bobotnya menjadi lebih berat sehingga semprotan disebut lebih mampu mencapai sasaran dan tidak mudah terganggu angin.
“Biasanya menggunakan pompa dan selang. Karena yang digunakan adalah air dan tepung tersebut sehingga menjadi berat, yang menyebabkan semprotan api tersebut tidak terganggu oleh angin dan sesuai sasaran yang dituju,” jelas Bambang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022