
Syahruddin, tersangka penyelewengan dana PKH dalam ekspos di Polrestabes Makassar, Rabu (6/3).
JawaPos.com - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) untuk mengawasi penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH). Ini merupakan upaya untuk mengantisipasi penyalahgunaan bantuan sosial (bansos) oleh pendamping.
"Kewajiban kami agar tidak ada Operasi Tangkap Tangan (OTT) lagi. Tim Satgas akan memantau pendamping. Karena Dinsos merupakan koordinator bansos sesuai isi Peraturan Menteri Sosial (Permensos)," kata Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinsos Makassar Iskandar Lewa, Sabtu (30/3).
Pembentukan Tim Satgas diklaim merupakan bagian dari keseriusan Dinsos Makassar dalam mencegah tindakan yang melanggar aturan hukum. Belajar dari pengalaman sebelumnya, Satgas Polrestabes Makassar menangkap seorang pendamping PKH di Makassar. Lelaki bernama Syahruddin, 39, terjaring OTT pada Selasa (5/3) lalu.
Selain Satgas, Dinsos Makassar juga membuat posko pengaduan PKH. Posko beroperasi selama 24 jam di Kantor Dinsos Makassar, Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Makassar. Posko didirikan untuk menerima keluhan masyarakat terkait dana PKH.
Menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang semakin dekat, bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) rawan dipolitisasi. "Posko ini terpadu, bekerja sama dengan kepolisian," lanjut Iskandar.
Di Makassar, jumlah penerima manfaat PKH tercatat sebanyak 22.871 jiwa. Namun jumlah dana yang diterima setiap rumah tangga bervariasi. Mulai dari Rp 550 ribu sampai Rp 2 juta.
Indeks bantuan sosial PKH 2019 terdiri dari dua jenis. Yakni, bantuan tetap dan bantuan berdasarkan komponen. Untuk bantuan tetap, setiap keluarga per tahun senilai Rp 550 ribu dan PKH akses Rp 1 juta. Bantuan berdasarkan komponen setiap jiwa per tahun terdiri dari ibu hamil Rp 2,4 juta, anak usia dini 0 sampai 6 tahun senilai Rp 2,4 juta.
Begitu pula dengan kategori pelajar yang jumlahnya bervariasi. Untuk siswa SD Rp 900 ribu, SMP atau sederajat Rp 1,5 juta dan SMA Rp 2 juta. Bagi penyandang disabilitas berat Rp 2,4 juta serta lanjut usia 60 tahun ke atas Rp 2,4 juta.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
