
Gubernur Jatim Khofifah Indar parawansa melantik 16 pejabat eselon II di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Istimewa
JawaPos.com–Jabatan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur masih kosong. Hal itu terjadi setelah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar mutasi atau roling jabatan eselon II pada Rabu (28/7).
Ada 16 pejabat yang bergeser. Pergeseran itu memunculkan kekosongan baru pada jabatan lain selain Dinas Kesehatan Jawa Timur. Karena kekosongan itu, Khofifah akan menggelar rapat pembentukan pansel atau panitia seleksi. Nantinya, pansel menetapkan jabatan yang kosong untuk diisi Plt.
”Selanjutnya akan dilakukan open bidding, seperti itu,” kata Khofifah pada Kamis (29/7).
Sebelumnya, jabatan Kadinkes Jatim diisi Herlin Ferliana. Namun, setelah pergeseran itu, Herlin dipindahkan menjadi Direktur Utama RS Haji Surabaya.
Selain Dinkes, terdapat beberapa OPD yang juga tidak memiliki pimpinan. Di antaranya adalah Dinas Perkebunan yang semula dijabat Soekaryo juga kosong. Pejabat sebelumnya bergeser ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.
Selanjutnya, Kepala Biro Administrasi Pimpinan (dulu humas dan protokol) juga kosong. Karena Agung Subagyo berpindah menjadi Kepala Bakorwil Bojonegoro. Kepala Biro Perekonomian Tiat Surtiati Suwardi juga bergeser ke Dinas Perpustakaan dan Arsip.
Khofifah menegaskan, pergeseran jabatan dilaksanakan secara objektif sesuai dengan kompetensi dan hasil assessment. Dia meminta pejabat yang dilantik untuk tancap gas.
”Optimalkan kinerja dengan berkolaborasi dan bersinergi untuk mencapai target,” kata Khofifah.
Sebelumnya, ada 19 jabatan OPD yang kosong. Antara lain Bappeda, Bapenda, Dinas Peternakan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Sumber Daya Air, Dinas ESDM, dan beberapa dinas lainnya. Pengumuman dan pelantikan pejabat eselon II itu berlangsung secara online dan offline.
Pergeseran pejabat itu sudah sering menjadi bahasan. Ada yang menyebut pergeseran itu terlalu lama. Bahkan, legislatif beberapa kali menyoroti kekosongan jabatan itu.
Khofifah menegaskan rencana pelantikan sudah disiapkan Maret lalu. ”Ada kendala, antara lain perubahan panitia selesi dan urusan administrasi,’’ tutur Khofifah.
Urusan administrasi misalnya pada ketentuan Bakorwil. Mantan menteri sosial itu meminta pertimbangan penjelasan tentang Bakorwil. Pemerintah pusat sudah menyatakan ketentuan bahwa Bakorwil bisa diisi.
”Ini perlu ditelaah, termasuk induk penganggaran Bakorwil, pelantikan digelar setelah semua ada jawaban,” ungkap Khofifah.
OPD kosong yang kini sudah terisi antara lain Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Bapenda Jawa Timur, Bappeda, Dinas Kehutanan, Bakorwil Pamekasan, dan Direktur RSUD Soedono.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
