
Ilustrasi foto semasa hidup Haringga Sirla
JawaPos.com - Cuitan Denny Siregar di akun Twitter-nya membuat sedih keluarga Haringga Sirla, suporter Jakmania yang tewas dikeroyok oknum Bobotoh. Pihak keluarga syok dengan cuitan yang diutarakan oleh Denny Siregar. Walaupun, Denny sudah dipolisikan oleh Aliansi Santri Indonesia.
Mayriska Sirawati, 29, kakak Haringga syok ketika tahu ada berita tentang adiknya dikomentari via Twitter oleh Denny Siregar yang menjadi kontroversi di kalangan netizen. Ia menjelaskan adiknya sedang tidak berperang melainkan disiksa.
"Memang kalimat tauhid diajarkan Islam dalam berperang, tapi adik saya sedang disiksa. Tidak sedang berperang," jelas Mayriska pada JawaPos.com (28/9).
Mayriska mengatakan, kematian adik bungsunya jangan sampai dikaitkan dengan dengan hal-hal yang berbau agama. Karena menurutnya, akan terjadi perang antarumat beragama akibat cuitan tersebut.
"Jangan sampai karena kasus ini nanti terjadi perang agama. Saya tidak mau ada SARA, saya tidak mau kalau nanti ada perang," ungkap kakak sulung Haringga.
Ia juga menambahkan, Islam itu merupakan agama yang mengajarkan hal-hal baik dan cinta akan perdamaian, bukan pada hal tragis seperti yang menimpa adik tercintanya.
"Dalam Islam tidak seperti itu. Semua yang diajarkan Islam itu baik, cinta damai. Tapi ini kan kekerasan, kekejaman yang tidak punya perikemanusiaan," tegas Riska.
Dirinya pun meminta pada Denny Siregar agar tidak membawa-bawa agama yang akan menimbulkan konflik, sebab menurutnya agama mana pun mengajarkan hal yang baik. "Tolong tidak usah bawa Islam. Karena pada dasarnya, semua agama mengajarkan hal yang baik. Begitu juga dengan Islam," tutur Mayriska Sirawati.
Sekadar informasi, dalam akun Twitter-nya, Denny mempertanyakan alasan para pelaku tega mengeroyok Haringga dengan meneriakkan kalimat tauhid.
"Para supporter itu menghabisi seseorang sambil berdzikir Tiada Tuhan Selain Allah. Entah apa yang ada dalam pikiran mereka semua. Apa karena keseringan lihat ISIS menggorok manusia?" dan "Berdzikir sambil menyiksa orang sampai mati itu hasil pendidikan radikalisme yang dipelihara selama sekian puluh tahun. Anak-anak itu di pendidikan agamanya selalu diajarkan ayat perang, bukan ayat kasih sayang. Masih bilang radikalisme itu tidak berbahaya?" tulis Denny Siregar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
