
Anggota Ombudsman RI Dadan S Suharmawijaya dalam kunjungannya ke Batam, Kamis (28/3).
JawaPos.com - Masalah integrasi menjadi tantangan utama dalam peningkatan pelayanan kesehatan di beberapa kabupaten/kota di Kepulauan Riau (Kepri). Misalnya, lambatnya pelayanan pasien yang akan dirujuk dengan menggunakan ambulans.
Penyedia jasa layanan kesehatan seperti klinik selalu terhambat ketika akan merujuk pasien ke rumah sakit untuk ditangani lebih lanjut. Kondisi ini membuat klinik-klinik yang mengalami persoalan tersebut memilih untuk merujuk pasien dengan kendaraan pribadi.
"Saya kira itu persoalan yang harusnya bisa dibicarakan lagi. Seharusnya layanan kepada masyarakat tidak perlu terhambat karena memang mereka membutuhkan perawatan. Perlu koordinasi dengan rumah sakit sehingga bisa segera tertangani. Tapi prosedur rujukan juga harus sesuai," kata Anggota Ombudsman RI Dadan S Suharmawijaya dalam kunjungannya ke Batam, Kamis (28/3).
Selain itu, Dadan juga mengomentari penanganan pasien dalam kondisi darurat. Seharusnya integrasi juga terjalin antar-lintas instansi. Tidak hanya penyedia layanan kesehatan saja.
Pihak rumah sakit perlu menjalin kerja sama dengan kepolisian dan lembaga lain agar bisa memberikan informasi ketersediaan layanan. Sehingga pihak berwenang di lapangan bisa langsung mengarahkan masyarakat yang membutuhkan bantuan medis ke rumah sakit yang siap menerima pasien.
Beberapa daerah seperti Jogjakarta dan Kalimantan, sudah menerapkan model kerja sama lintas sektor ini. Sehingga layanan masyarakat khususnya kesehatan terbangun dengan baik.
"Di Jogja itu ada semacam aplikasi yang terintegrasi antara rumah sakit. Kalau ada kejadian, ambulans terdekat akan langsung datang. Petugas kesehatan terdekat juga langsung turun," ungkap Dadan.
Sebagai daerah yang menjadi etalase Indonesia di wilayah Barat, Kepri khusunya Batam harus bisa menghadirkan layanan yang responsif. Meskipun saat ini memang masih perlu perbaikan. Layanan kesehatan di Batam dan beberapa daerah di Kepri diyakini akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu.
Mal Pelayanan Publik (MPP) menjadi salah satu bentuk gerak positif pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan optimal kepada masyarakat. "Kalau integrasi itu bisa dilakukan, saya kira layanan publik akan berjalan baik. Apalagi Batam sudah punya mal pelayanan sendiri," imbuh Dadan.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
