
EVAKUASI: Inong Rio harimau sumatera yang terkena jerat dievakuasi oleh tim BBKSDA Riau dari Pelalawan, Riau, akhir pekan lalu.
JawaPos.com - Sebanyak 3 ekor harimau Sumatera yang berasal dari Provinsi Riau, sudah dievakuasi ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PHRSD), Provinsi Sumatera Barat. Para Raja Rimba itu, terpaksa ditempatkan di sana, karena terlibat konflik dengan manusia.
Adapun harimau yang saat ini menginap di PRHSD, yaitu 2 harimau berjenis kelamin jantan, Atan Bintang dan Inung Rio, serta seekor harimau betina Bonita. Ketiganya masuk dalam kurun waktu tahun 2018 dan 2019.
Adalah Bonita, harimau betina dewasa yang terlebih dahulu dievakuasi ke sana. Kucing Besar ini terlibat konflik bahkan menjadi penyebab tewasnya 2 pekerja kebun karet di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil, Riau pada awal tahun 2018 lalu. Dia terpaksa dievakuasi dari habitatnya karena telah bersikap 'tidak semestinya', yaitu sudah mengarah seperti hewan jinak.
"Kalau Bonita sempat masuk ke dalam kandang rawat lagi karena terlihat agak kurang sehat sehingga dipindahkan ke kandang perawatan lagi," kata Suharyono, Kamis (28/3).
Kemudian di akhir 2018, masyarakat Inhil kembali dihebohkan dengan kemunculan harimau Sumatera. Satwa dengan nama ilmiah Panthera tigris sumatrae tersebut, masuk ke pasar dan terjebak di kolong ruko warga di Pulau Burung. Dia kemudian dievakuasi ke PRHSD untuk diobservasi tingkah lakunya.
"Kabar Atan Bintang dan Bonita masih di kandang habituasi, kandang yang menyerupai habitat aslinya, itu hutan tapi di kandang. Diberikan habitat alam, dilepaskan babi dan lainnya agar dia bisa mengejar dan survive. Karena apapun dia telah mengalami trauma. Ini sedang dilakukan terhadap kedua satwa," sebutnya.
Terakhir adalah Inong Rio. Harimau jantan yang diperkirakan berusia 4 tahun ini, terkena jerat yang dipasang pemburu liar di Kabupaten Pelalawan. Akibatnya, luka kirinya mengalami infeksi bahkan sudah dimakan belatung dan dihinggapi lalat.
Inong berhasil dievakuasi akhir pekan lalu. Dia sudah dibawa ke PRHSD dan sedang menjalani perawatan oleh dokter hewan dan para medis di sana. "Kakinya sudah cenderung kecil daripada sebelumnya saat dievakuasi. Hari ini, rencana akan dilakukan rekam medik secara keseluruhan," kata dia.
Untuk saat ini, BBKSDA Riau bersama dengan PRHSD dan Kemen LHK sedang mengkaji apakah ketiga Raja Rimba ini dapat dilepas liarkan ke alam liar. "Untuk rencana pelepasliaran, kami sedang melakukan observasi lapangan. Agar lokasi pelepasliaran sesuai dengan habitat aslinya dan menjamin ketersediaan pakan," ucapnya.
Habitat asli yang dimaksud adalah hutan dengan rawa-rawa atau lahan gambut. "Karena harimau Sumatera habitat aslinya ada di hutan gambut. Sehingga mau tidak mau alternatif pelepasliaran harus di hutan rawa," bebernya.
Selain habitat, ketersediaan pakan juga harus dijamin tidak kurang. "Pakan liar alami seperti monyet ekor panjang, babi, rusa, ada binatang yang menjadi buruan dia. Kalau tidak ada itu bukan tempat yang layak untuk dia. Itu perlu survei waktu dan pengamatan terhadap lapangan yang cukup. Sehingga tidak kesesuaian jenis habitat tapi juga ketersediaan cadangan pakan," tutupnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
