
Pelaksanaan seminar Nasional pengusulan Ruhana Kuddus menjadi pahlawan Nasional di Auditorium Gubernuran Sumbar, Rabu (28/3).
JawaPos.com - Sosok Ruhana Kuddus dan pergerakannya mungkin tak banyak dikenal orang. Padahal, tokoh perempuan ini tengah diusulkan menjadi salah satu pahlawan Nasional dari Sumatera Barat (Sumbar).
Dengan diusulaknnya Ruhana sebagai Pahlawan Nasional, banyak mengungkap yang selama ini belum diketahui banyak pihak. Salah satunya soal Ruhana yang merupakan pelopor pers di Indonesia. Ruhana juga wanita satu generasi dengan RA Kartini.
Hal itu diungkapkan oleh Guru Besar Sejarah Universitas Negeri Padang (UNP) Prof Mestika Zed usai menghadiri Seminar Nasional Gelar Pahlawan Nasional untuk Ruhana Kuddus di Auditorium kantor Gubernur Sumbar, Rabu (28/3).
"Ya, Kartini dan Ruhana ini satu generasi. Meski memang Kartini lebih tua sedikit dari Ruhana," kata Mestika Zed.
Menurut sejarawan itu, selain usianya tidak terpaut jauh, ada dua kesamaan yang dimiliki Kartini dan Ruhana. Keduanya sama-sama gagal ke Eropa saat diundang menampilkan karya-karyanya dalam pameran internasional. Namun, faktor penghalang keberangkatan keduanya pun berbeda.
"Kartini dilarang oleh keluarga tersebab tradisi dan sebagainya. Sedangkan Ruhana didukung oleh keluarga terutama dari yayasan Kerajinan Amai Setia (KAS). Tapi, ibu mertuanya melarang tersebab termakan hasutan orang," kata Profesor asal Kabupaten Lima Puluh Kota itu.
Sebagai wartawati yang menjunjung tinggi derajat perempuan, Ruhana juga mendapat perlawanan atas perjuangannya. Bahkan, perempuan dengan nama lahir Siti Rohana itu sempat hengkang dari Koto Gadang ke Maninjau.
"Ruhana tidak menunjukkan sikap konfrontasi saat ditentang hingga situasi kembali tenang. Setelah itu, Ruhana kembali ke Koto Gadang. Artinya, Ruhana berjuang mati-matian untuk sebuah idealisme," beber Mestika Zed.
Kisah hidup Ruhana pun telah dituangkan oleh Mestika Zed sendiri bersama Hasril Chaniago ke dalam buku biografi Ruhana Kuddus. Dimana buku itu dirampungkan dalam waktu satu bulan untuk melengkapi syarat pengajuannya sebagai pahlawan Nasional.
Dalam buku berjudul "Tokoh Pejuang Perempuan Yang Mendahului Zaman" itu disebutkan, Ruhana Kuddus lahir pada tanggal 20 Desember 1884 di Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumbar.
Ruhana adalah anak dari Muhammad Rasyad Maharaja Sutan dengan ibunya Kiam. Ruhana juga cucu dari Syekh Abdurrahman, seorang Qari terkenal dengan suara merdu dan kefasihannya membaca Alquran kala itu.
Lalu, di tahun 1908 Ruhana menikah dengan Abdul Kuddus seorang notaris yang juga aktivis pergerakan. Konon kabarnya, suaminya itu juga keponakan dari ayahandanya sendiri. Cita-cita Ruhana untuk menaikkan derajat perempuan kala itu, didukung oleh sang suami yang menikahinya di usia 24 tahun.
"Ruhana belajar otodidak. Tidak pernah belajar pada lembaga pendidikan formal. Ia sangat senang membaca hingga gemar menulis" kata Mestika.
Selain itu, Ruhana juga memiliki kemampuan menjahit yang luar biasa baik. Kepiawaiannya menjahit didapati Ruhana dari orangtua angkatnya Adiesa dan suaminya lebai Rajo Nan Sutan.
"Pada masa itu, anak perempuan hanya memperoleh pendidikan dari orang tuanya di rumah dan memang belum ada sekolah rakyat di sana. Sepanjang hari ia tinggal dirumah orang tua angkatnya dan pada malam hari ia bersama orang tuanya sendiri," sambung Hasril Chaniago.
Selain dituliskan dalam buku "Tokoh Pejuang Perempuan Yang Mendahului Zaman", sebelumnya Hasril Chaniago juga telah menulis tentang sosok Ruhana Kuddus dalam buku "121 Wartawan Hebat Ranah Minang dan Sejumlah Jubir Rumah Bagonjong".

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
