
ILUSTRASI: Kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku pengeroyokan yang terjadi di sekitar Stadion Sultan Agung Bantul, pada Kamis (26/7).
JawaPos.com - Muhammad Iqbal Setyawan, 16 warga Dusun Balong, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul yang menjadi korban tewas ketika laga PSIM Jogjakarta melawan PSS Sleman belum diketahui dari suporter mana. Kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku pengeroyokan yang terjadi di sekitar Stadion Sultan Agung Bantul, pada Kamis (26/7).
"Tidak didapatkan identitas korban merupakan suporter dari mana. Pelaku masih dilakukan pengejaran, dalam lidik," kata Kabid Humas Polda DIJ AKBP Yulianto, Jumat (27/7).
Dalam laga derby itu, ribuan suporter dari PSIM memadati stadion. Baik itu Brajamusti maupun The Maident. Sementara pendukung PSS yang datang hanya sekitar 30 orang sesuai dengan kesepakatan alokasi tiket.
Diakui Yulianto, sempat ratusan suporter dari PSS menuju ke Stadion Sultan Agung itu. Namun dalam perjalanannya, mereka diminta untuk kembali lagi ke Sleman. "Ada suporter dari Sleman yang datang, tapi sudah kami halau dipulangkan," ucapnya.
Dalam kerusuhan itu, dikatakannya, total korban untuk yang meninggal 1 orang. Sementara mereka yang luka ada 9 orang, yang beralamat dari Bantul, Kota Jogjakarta, maupun Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Jateng).
Atas peristiwa ini, pihaknya juga akan melakukan evaluasi. Baik itu pengamanan internal kepolisian maupun pelaksanaan pertandingan. "Kami akan libatkan masing-masing manajemen maupun panitia pelaksana pertandingan dan kelompok suporter," ucapnya.
Untuk diketahui sebelumnya, Iqbal menjadi korban dalam kerusuhan di sekitar Stadion Sultan Agung Bantul pada Kamis (26/7). Ia tewas setelah sempat dilakukan perawatan di RS Permata Pleret.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
