JawaPos Radar | Iklan Jitu

KPK Periksa Dirut PT Merangin Karya Sejati

24 September 2018, 14:44:21 WIB | Editor: Yusuf Asyari
KPK Periksa Dirut PT Merangin Karya Sejati
Ilustrasi, KPK memeriksa Dirut PT Merangin Karya Sejati terkait dugaan korupsi proyek multi years yang menelan anggaran APBD 2013-2015 sebesar Rp 494 miliar. (Dok JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap Direktur Utama (Dirut) PT Merangin Karya Sejati, H Ismail Ibrahim, Senin (24/9). Ismail diperiksa dalam dugaan korupsi proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis, Riau.

"Pemeriksaan untuk tersangka MNS (Muhammad Nasir). Dia sudah datang sekitar pukul 09.15 WIB dan sekarang sedang dalam pemeriksaan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Senin siang.

Pemeriksaan tersebut merupakan tindak lanjut dalam penyidikan dugaan korupsi proyek multi years yang menelan anggaran APBD 2013-2015 sebesar Rp 494 miliar.

Dua orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah mantan Kepala Dinas PU Bengkalis yang saat ini menjabat sebagai Sekda Kota Dumai Muhammad Nasir dan rekanan Hobby Siregar selaku Direktur Utama PT MRC.

Baru-baru ini pula, KPK sudah mengirimkan surat pencekalan kepada Direktorat Jenderal Imigrasi untuk tidak membiarkan Bupati Bengkalis Amril Mukminin untuk berpergian selama enam bulan kedepan.

Surat tersebut tertanggal 13 September 2018. Pencekalan tersebut dimaksudkan untuk proses penyidikan dalam dugaan korupsi proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Bengkalis, Riau, yang dianggarkan dengan dana APBD 2013-2015 sebesar Rp494 miliar.

Dilanjutkannya, pencekalan juga dilakukan untuk mendukung penyidikan agar sewaktu jika keterangan Amril dibutuhkan, maka keterangannya sedang berada di Indonesia.

Sementara itu, KPK saat ini masih menunggu finalisasi perhitungan kerugian negara dari BPK yang telah diajukan sejak akhir 2017 lalu. Sejauh ini perhitungan awal indikasi kerugian negara lebih dari Rp 100 miliar.

Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, ini merupakan proyek peningkatan jalan sepanjang 51 kilometer dan lebar 6 meter. Dianggarkan dengan dana APBD 2013-2015 sebesar Rp494 miliar.

Bahkan untuk mendalami kasus ini, KPK sudah melakukan penggeledahan di rumah dinas Bupati Bengkalis, Amril Mukminin yang pada saat itu merupakan anggota DPRD Bengkalis. Di sana, ditemukan uang Rp1,9 miliar.

KPK juga melakukan penggeledahan Kantor DPRD Bengkalis, dan Kantor Dinas PU Bengkalis. Di Dumai, KPK menggeledah Kantor Sekda Dumai, Kantor LPSE dan rumah subkontraktor di Dumai.

KPK turut menggeledah kantor kontraktor di Pekanbaru, tepatnya di Kecamatan Tenayan Raya dan di Kecamatan Marpoyan Damai. Dari penggeledahan, KPK sudah mengamankan banyak dokumen terkait proyek jalan tersebut.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up