Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Agustus 2026 | 01.11 WIB

Karhutla di Riau Tembus 15.608,37 Hektare, Bengkalis Terdampak Paling Parah

Ilustrasi : Karhutla di kawasan Gunung Bromo meluas hingga 550 hektare. (Dokumentasi Radar Bromo) - Image

Ilustrasi : Karhutla di kawasan Gunung Bromo meluas hingga 550 hektare. (Dokumentasi Radar Bromo)

JawaPos.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau sudah menembus 15.608,37 hektare. Bengkalis menjadi daerah dengan luas area terdampak paling tinggi.

Berdasar data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) total sudah 8.272,90 hektare lahan terbakar di Bengkali. Selain Bengkalis, tercatat 4.629,39 hektare lahan di Pelalawan, dan sebanyak 854,26 hektare lahan terbakar di Indragiri Hilir.

Data yang sama juga mencatat luas lahan terbakar di Dumai mencapai 553,01 hektare, Rokan Hilir 452,53 hektare, Siak 300,62 hektare, Kepulauan Meranti 202,36 hektare, dan Indragiri Hulu 123,62 hektare. Karhutla juga terjadi di Kampar dengan luasan 85,27 hektare, Kuantan Singingi 57,95 hektare, Pekanbaru 47,29 hektare, dan Rokan Hulu 29,16 hektare.

Atas kondisi tersebut, Pemerintah Daerah Riau menyiagakan kekuatan personel dalam jumlah besar. Sedikitnya 17.764 personel disiapkan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Otoritas setempat memastikan karhutla di Riau masih menjadi atensi.

”Sebanyak 11 kabupaten dan kota di Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat serupa di wilayah masing-masing,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto dalam keterangan resmi pada Selasa (11/8).

Status Siaga Darurat Karhutla itu ditegaskan lewat Keputusan Gubernur Riau Nomor Kpts.102/II/2026 yang berlaku sejak 13 Februari sampai 30 November 2026. Berdasar laporan dari lapangan, karhutla masih terjadi di beberapa titik. Total ada 106 titik panas (hotspot) dan 7 titik api (firespot) yang tersebar di sejumlah wilayah.

”Penanganan Karhutla di Provinsi Riau berjalan dengan baik karena didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Selain itu, potensi personel penanggulangan karhutla yang kami siagakan mencapai 17.764 orang,” kata dia.

Tidak hanya itu, upaya pencegahan juga terus diperkuat. Pemerintah meningkatkan sosialisasi larangan membakar lahan sekaligus mendorong masyarakat untuk menerapkan metode pembukaan lahan tanpa bakar. Pemantauan titik panas juga dilakukan setiap hari. Langkah itu disertai patroli rutin dan pemeriksaan langsung ke lapangan.

”Kami terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan dunia usaha dalam upaya pencegahan serta pemadaman Karhutla, baik melalui jalur darat maupun udara,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah mencatat sebanyak 107 ribu hektare lahan terbakar di seluruh wilayah Indonesia. Namun, dipastikan tidak ada asap melintas ke negara tetangga. Upaya pemadaman karhutla terus dilakukan bersama-sama.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore