JawaPos Radar

Ada yang Menolak Imunisasi MR, Dinas Kesehatan Gandeng Kemenag dan MUI

24/09/2018, 18:15 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Imunisasi MR
ILUSTRASI: Program imunisasi Measles Rubella (MR) di Kota Solo belum sepenuhnya berjalan. (M Fikri Zullfikar/Radar Kediri/JawaPos Group)
Share this image

JawaPos.com – Program imunisasi Measles Rubella (MR) di Kota Solo belum sepenuhnya berjalan. Pasalnya sebagaimana di daerah lain di Indonesia, masih ada penolakan dari sejumlah pihak terkait imunisasi tersebut.

Terlebih masih ada keragu-raguan terkait kehalalan produk imunisasi dari India tersebut. Dan guna mengatasi hal tersebut, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo pun menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) dan juga Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

"Penolakan dari masyarakat, pastilah ada. Seperti itu kami tidak bisa (memaksa) untuk hal-hal seperti itu, karena bukan kewenangan kami. Setiap pertemuan dengan masyarakat kami juga melibatkan Kemenag dan MUI," terang Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) DKK, Dwi Martiastuti kepada JawaPos.com, Senin (24/9). 

Adanya pelibatan dari pihak yang memahami agama tersebut, masyarakat menjadi paham dan bersedia untuk menerima imunisasi MR. Pasalnya, jika hanya mengandalkan dari pemahaman kesehatan saja, pihaknya tidak meyakini jika masyarakat akan bersedia ikut imunisasi MR.

Menurutnya, imunisasi MR ini menjadi hak anak yang harus dipenuhi oleh masyarakat. "Kami berharap masyarakat juga paham mengenai hal ini, bagaimana pun kami juga tidak bisa memaksanya," ucapnya. 

Campak rubela, tambah Tuti sapaan akrabnya, memang tidak berbahaya bagi sebagian orang. Akan tetapi, jika virus tersebut menyerang perempuan yang sedang hamil sangat berbahaya. Terlebih, wanita yang sedang hamil di trimester pertama. Dan mereka pun tidak bisa divaksinasi.

"Dalam masa itu kan masa pembentukan organ vital termasuk juga pembentukan otak, dan ini bisa menimbulkan kecacatan pada janin," pungkasnya.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up