JawaPos Radar

Potensi Karhutla Diprediksi Meningkat Enam Hari Kedepan

24/07/2018, 22:35 WIB | Editor: Budi Warsito
Potensi Karhutla Diprediksi Meningkat Enam Hari Kedepan
Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto saat memimpin rapat koordinasi Karhutla di BPBD Palembang (Alwi Alim/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa, kondisi panas akan semakin meningkat pada enam hari kedepan. Akibatnya, beberapa lahan pun sangat berpotensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal ini, menjadi perhatian khusus Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto. Itu diungkapkannya saat ditemui di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Selasa (24/7).

Menurutnya, semua kondisi dapat saja terjadi. Karena itu, pihaknya tidak boleh lengah dan harus all out. Karena akan ada Asian Games pada Agustus mendatang.

Menurutnya, saat ini ada beberapa karakter lahan yang ada di Sumsel. Salah satunya yakni lahan gambut. Lahan gambut ini, sangat mudah terbakar. Sehingga, lahan ini harus dalam kondisi lembab untuk mencegahnya.

"Saya tadi lihat kondisi awan cukup baik untuk dilakukan TMC. Sehingga melembabkan kondisi lahan dan bisa mencegah awal untuk sekian harinya," kata Panglima TNI saat memberikan arahan dalam rapat koordinasi penanganan Karhutla di Sumsel, Selasa (24/7).

Karena itu, ia juga meminta agar BMKG memberikan informasi potensi terjadinya karhutla.

Berdasarkan hasil pantauan hari ini, Selasa (24/7), hanya ada satu titik terjadi karhutla yakni di Tulung Selapan. Sedangkan berdasarkan satelit BMKG, kondisi hotspot yang terpantau sebanyak 9 hotspot. Artinya, kondisi di lapangan berbeda dengan pantauan di lapangan.

Namun, kata Hadi semua pihak tidak boleh lengah. Dan pihaknya akan melakukan sejumlah strategi dan mitigasi agar karhutla tidak terjadi dan Asian Games berjalan dengan baik.

"Asian Games ini merupakan harga diri bangsa jadi harus terlaksana dengan baik," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Tri Handoko Seto mengatakan, Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sudah dilakukan sejak 16 Mei lalu. Namun, memang pada 9 Juli operasi TMC ini dihentikan sementara.

Namun, saat ini pihaknya telah mendapatkan lampu hijau untuk melakukan TMC lagi. "Rencananya kami akan mulai pada Senin depan," katanya.

Menurutnya, potensi ketersediaan awal mulai berkurang sejak pasca lebaran. Namun, pihaknya akan berupaya agar dapat dilakukan TMC.

Pihaknya mencatat, selama bulan Juni pihaknya telah menghasilkan 270 juta butir air. "Nantinya kami fokus untuk melakukan TMC di Timur, Tenggara dan Selatan Palembang," ujarnya.

Saat ini, pihaknya juga telah membuat sebuah peralatan UEFI atau drone alap-alap untuk mengecek kondisi lahan.

Jarak terbang drone ini sendiri mampu mencapai 100 meter dimana mampu terbang selama 7 jam nonstop. Dengan teknologi ini pihaknya optimis dapat melihat kondisi kebakaran dengan jelas dari kejauhan 1500 kaki.

"Kami berharap teknologi ini bermanfaat dalam pencegahan Karhutlan," tutupnya.

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up