JawaPos Radar

Bela Kalimat Tauhid, Ribuan Umat Muslim 'Gerudug' Mapolres Solo

23/10/2018, 16:35 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Aksi Bela Kalimat Tauhid
AKSI BELA TAUHID: Ribuan peserta aksi bela kalimat tauhid memadati jalan Adi Sucipto, depan Mapolresta Solo, Selasa (23/10). (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Ribuan umat muslim dari berbagai elemen se-Soloraya menggelar aksi bela Kalimat Tauhid di depan Mapolresta Solo, Selasa (23/10). Para peserta datang menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua.

Mereka menyampaikan berbagai tuntutan terkait adanya oknum Banser yang melakukan pembakaran bendera tauhid di Garut. Para peserta aksi mulai berdatangan sekira pukul 13.00 WIB. Selanjutnya para peserta yang juga membawa bendera tauhid berkumpul di depan Mapolresta Solo.

Ada satu mobil komando yang sudah disiapkan untuk melakukan orasi. Jumlah peserta yang hadir siang itu terus bertambah. Mereka terus memadati jalan Adi Sucipto yang ada di depan Mapolresta. Sejumlah anggota polisi dari Polresta Solo tampak berjaga mengamankan jalannya aksi tersebut. 

Aksi Bela Kalimat Tauhid
Massa juga sempat melakukan aksi di depan kantor PCNU Solo, Selasa (23/10). (Ari Purnomo/JawaPos.com)

Tim Advokasi Reaksi Cepat (TARC), Muh Kurniawan menegaskan, bahwa aksi yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai elemen umat muslim ini adalah bentuk sikap terhadap adanya aksi bakar bendera tauhid yang terjadi di Garut. "Kami mendesak agar pelaku pembakar bendera tauhid untuk segera diadili. Karena membakar kalimat tauhid merupakan bentuk tindakan yang tidak bisa ditoleransi," tegasnya kepada JawaPos.com disela aksi. 

Maka dari itu, aksi yang dilakukan di depan Mapolresta adalah untuk menuntut penegak hukum agar segera menindaklanjuti kasus tersebut. Pasalnya, sampai saat ini belum ada tindakan tegas dari aparat kepolisian terhadap para pelaku. "Pelakunya tiga orang, tetapi yang ditangkap baru dua orang. Satu orang belum ditangkap. Kepolisian hanya mengamankan, inilah yang membuat kami merasa tidak adanya keadilan," ucapnya. 

Kurniawan menambahkan, aksi ini akan terus berlanjut sampai aparat kepolisian menindak tegas para pelaku. Bahkan, aksi yang akan dilakukan nantinya lebih besar dibandingkan saat ini. "Kalau sampai belum ada tindakan tegas, nanti kami akan melakukan aksi lagi," ucapnya.

(apl/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up