JawaPos Radar

Penolakan Deklarasi #2019 Ganti Presiden di Pekanbaru Berlanjut

Dianggap Sebagai Kampanye Terselubung

23/08/2018, 20:20 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
2019 Ganti Presiden
Puluhan demonstran dari BMR melakukan aksi demonstrasi di depan Mapolda Riau, pada Kamis (23/8). (Virda Elisya/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Penolakan Deklarasi #2019Ganti Presiden di Pekanbaru terus berlanjut. Barisan Pemuda Riau (BMR) bahkan menilai acara yang diadakan di Tugu Pahlawan, Pekanbaru, Riau, pada Minggu (26/8) mendatang tersebut merupakan kampanye terselubung.

Penolakan itu ditunjukkan oleh BMR dengan melakukan aksi demonstrasi di depan Mapolda Riau, pada Kamis (23/8) sore. Jumlah demonstran mencapai puluhan orang. Mereka menuntut Polda Riau untuk mengeluarkan rekomendasi tidak diizinkannya acara itu berlangsung.

Koordinator Lapangan BMR, Sabarianto Sihombing mengatakan, kegiatan yang digagas oleh Neno Warisman tersebut telah menimbulkan banyak sekali perpecahan. Bahkan tak jarang banyak daerah yang melakukan aksi penolakan terhadap acara itu.

"Kami menganggap ini kampanye terselubung. Karena melaksanakan kegiatan-kegiatan sebelum masa kampanye yang ditetapkan oleh KPU. Selain itu acara ini berisi ujaran kebencian yang dapat memecah belah masyarakat Riau," kata Sabarianto di depan Mapolda Riau, Kamis (23/8) sore.

Selain itu, mereka juga menuntut Polda Riau untuk menindaklanjuti laporan dugaan makar yang diduga dilakukan Neno Warisman terhadap Joko Widodo. Pelapornya adalah seorang pengacara perempuan yang sudah berusia 60 tahun. Namanya Hj Desmaniar.

Laporan itu masuk ke SPKT Polda Riau pada Rabu (15/8) petang. Dalam laporan itu, disebut kalau Neno Warisman dinilai Desmaniar telah melakukan percobaan makar pada Minggu (29/7) lalu. Percobaan makar itu dituduh atas dibentuknya sebuah gerakan ganti presiden oleh Neno.

Selain itu, bentuk penolakan juga ditunjukkan oleh organisasi masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila (PP). Ormas ini mengancam akan menyegel bandar udara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, jika acara tersebut tetap dilanjutkan, pada Minggu (26/8) mendatang.

Wakil Komandan Komando Inti (Wadankoti) Mahatidana Pemuda Pancasila (PP) Riau, Renaldi meminta polisi untuk tidak memberikan izin kepada penyelenggara acara. Jika polisi tetap memberikan izin itu, maka pihaknya akan menyegel bandara.

"Kami akan bermalam di Bandara agar mereka (Neno Warisman dan Ahmad Dhani) tidak akan keluar," kata Renaldi, di depan Mapolda Riau, pada Selasa (21/8) siang.

Deklarasi #2019GantiPresiden ini,  rencananya dihadiri sejumlah tokoh nasional. Seperti Neno Warisman hingga Ahmad Dhani rencananya akan hadir dalam kegiatan tersebut. Selain itu, diperkirakan ada sekitar 20 ribu orang yang hadir.

"Acara itu hanya akan memecah belah masyarakat Riau. Kalau sejauh ini kan masyarakat Riau itu akur dan suasana juga kondusif. Itu aja yang ditakutkan," bebernya.

Selain PP, ormas lain juga ikut menolak acara itu. Adalah Ikatan Keluarga Nias Riau yang diwakili oleh Sefianus Zai. Zai yang pada saat bersamaan juga mendatangi Polda Riau bersama Pemuda Pancasila menilai bahwa kegiatan tersebut sarat muatan politis dan melanggar aturan berlaku. 

"Ini kan belum masa kampanye dan sarat muatan politis. Kami khawatir terjadi gesekan di masyarakat," ujarnya. 

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up