Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 Desember 2018 | 01.30 WIB

Jemaat Gereja di Sleman Diserang

GEREJA: Pembersihan di Gereja Katolik Santa Lidwina, Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) pada Senin, 12 Februari 2018. - Image

GEREJA: Pembersihan di Gereja Katolik Santa Lidwina, Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) pada Senin, 12 Februari 2018.

JawaPos.com - Jemaat Gereja Katolik Santa Lidwina, Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman pada Minggu, 11 Februari silam diserang oleh seorang pria dengan memakai katana. Penyerangan dilakukan saat jemaat tengah khusyuk melakukan peribadahan rutin.


Dalam penyerangan itu setidaknya 5 orang terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara beberapa fasilitas di dalam gereja rusak.


Belakangan diketahui, pelaku atas nama Suliono, 23, warga asal Krajan, RT 2/RW 1, Kandangan, Kecamatan Pasanggrahan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Ia masuk ke dalam gereja sekitar pukul 07.50 WIB.


Masuk ke gereja, pemuda Jawa Timur tersebut langsung mengayun-ayunkan pedang yang dibawanya kemudian melukai beberapa jemaat. Seorang romo bernama Prier mengalami sobek di kepala bagian belakang.


Saat polisi datang dan mengacungkan pistol, pelaku malah tidak takut dan berusaha untuk melawan. Terpaksa ia pun harus dilumpuhkan oleh petugas dengan jarak sekitar 2 meter yang tembakannya diarahkan ke kaki.


Suliono akhirnya berhasil dilumpuhkan. Ia kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Jogjakarta untuk kemudian ditangani secara medis, sebelum akhirnya ditahan oleh petugas kepolisian.


Mantan Ketua PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif sempat mengunjungi Suliono di rumah sakit. "Saya ketemu dia, bicara agak lama dengan dia di rumah sakit. Otaknya siapa belum tahu, saya juga tidak tahu apa tujuannya," kata Buya Syafii, di kediamannya Perumahan Nogotirto Elok II Jalan Halmahera D 76, Nogotirto, Gamping, Sleman Senin, 19 Februari silam.


Kemudian fakta lainnya muncul, salah seorang korbannya merupakan polisi yang beragama muslim menceritakan, raut muka Suliono terlihat ada sedikit penyesalan. Suliono juga mengaku tidak anti dengan kepolisian. "Dia bilang nggak anti polisi, apa betul omongannya itu. Harus dikroscek," katanya.


Suliono diketahui pernah menempuh perguruan tinggi di Palu, Sulawesi Tengah. Kemudian ia juga sempat menjadi santri di sebuah pondok pesantren yang ada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.


Buya juga mengungkapkan, belum diketahui apakah Suliono mempunyai jaringan kemudian ada yang mengarahkan. Atau merupakan suatu tindakan atas dorongan dari dirinya sendiri. "Saya tidak tahu pemain tunggal atau apa," ucapnya.


Dalam proses hukumnya, Suliono kemudian dibawa ke Mabes Polri. Sementara jemaat Gereja yang menjadi korban maupun yang melihat langsung mendapatkan pendampingan trauma healing. "Kami telah membentuk tim trauma healing untuk korban psikis dan fisik," kata Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan (KKPKC) Keuskupan Agung Semarang Rm. Fx. Endra Wijayanto di Gereja Lidwina, Senin (19/2).


KKPKC juga telah membentuk sebuah tim advokasi yang beranggotakan 9 orang. Serta percaya kepada penegak hukum dalam mengungkap kasus ini bisa profesional dan tanpa intervensi. "Keberhasilan aparat penegak hukum dalam kasus ini rasanya menjamin kemerdekaan hidup," kata Ketua Tim Advokasi Sukiratnasari.


Pada Kamis, 19 April 2018, rekonstruksi penyerangan itu dilakukan. Terdapat lebih dari 50 adegan yang diperagakan oleh Suliono, mulai dari luar hingga dalam gereja.


Rekonstruksi yang dilakukan dengan pengamanan berlapis dimulai sekitar pukul 08.00 dan selesai pukul 11.00 WIB. Suliono memulainya dengan berjalan dari arah barat gereja. Mempraktikkan sebuah adegan di gubug tengah persawahan. Setelah itu, kemudian berjalan ke depan gereja kembali mempraktikkan adegan.


Sukiratnasari mengatakan, dari adegan ke-27 hingga 50, dilakukan di dalam Gereja. "Jadi ada beberapa lokasi, dari musala, sekitar gereja, luar gereja dan di dalam gereja. Semua sudah sesuai yang di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) kemarin," katanya, di sela rekonstruksi.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore