JawaPos Radar

Ismail Terduga Teroris Sempat Jadi Ikon Judo Jogja

21/07/2018, 06:05 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Penangkapan Terduga Teroris
Lokasi diamankannya seorang warga Sleman oleh Densus (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Ismail salah seorang terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88 pada Rabu (18/7) lalu, pernah menjadi ikon Jogja bahkan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) di cabang olahraga Judo. Selain karena prestasinya yang menorehkan emas saat PON, juga kepribadiannya yang cukup baik.

"Dia (Ismail) ikon Judo Jogja selepas mendapatkan medali emas PON 2008 dulu. Saya sendiri yang menjadikan dia sebagai ikon," kata Ketua Judo Pengda Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) periode 2017-2021, Pradipto saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (20/7).

Pradipto, lanjutnya, cukup tahu dengan kepribadian dari Ismail. Bahkan saat mengikuti kejuaraan PON 2008 lalu, dirinyalah yang mendampinginya.

Ismail merupakan sosok yang mandiri, kooperatif, serta rajin dalam latihan. Pergaulannya pun, menurutnya juga sangat bagus. "Setiap latihan itu dia siang hari, bukan sore. Karena saat pertandingan (resmi) pun siang hari. Dia mandiri sekali. Dia berlatih pindah-pindah, dia cari sparing gitu," katanya.

Kontak terakhir dengan dirinya, dikatakannya, pada awal 2011 lalu. Ketika ia menggelar suatu acara kemudian menghubungi Ismail untuk memesan makanan.

Karena tahu yang bersangkutan selepas mendapatkan emas di PON, konsentrasi membuka usaha rumah makan. "Makanya itu saya sempat kaget ada kabar penangkapan," ucapnya.

Ismail menjadi salah satu dari 10 terduga teroris yang diamankan Densus 88 sejak Juli ini. Sebanyak 3 diantaranya dipastikan meninggal dunia oleh pihak kepolisian. Karena berusaha melakukan perlawanan terhadap petugas

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up