
Ketua Bidang Hukum, HAM, dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah, Busyo Muqoddas. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
JawaPos.com - Ketua Bidang Hukum, HAM, dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah, Busyo Muqoddas menilai wajar bila ada pihak-pihak yang tidak puas dengan hasil Pemilu Rabu (17/4) lalu. Mantan petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menyarankan proses penyelesaiannya melalui pelaporan ke Mahkamah Konstitusi (MK).
"Kalau ada pihak-pihak yang tidak puas, wajar lho itu. Wajar sekali wong demokrasi kita liberal transaksional. Dalam pilkada atau pemilu yang lalu tak dipungkiri (ada yang tak puas)," katanya, saat ditemui di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro, Kota Jogjakarta, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Kamis (18/4).
Misal ada datanya, disarankannya untuk diajukan ke MK. Konsekuensinya, hakim di MK harus benar-benar tobat dari peristiwa yang dulu. "Harus tobat sungguh-sungguh, ini nggak main-main. (Peristiwa yang dulu) lha kan ada putusan-putusan MK yang dijual, ditransaksikan. Itu harus sudah tutup betul-betul," katanya.
Usai pemilu digelar, saat ini menurutnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendapatkan tekanan dari manapun. Semisal saja dengan adanya rencana merayakan kemenangan dari salah satu pasangan Capres-cawapres sebelum diumumkan hasil resmi dari KPU.
Namun jika KPU berhasil menghadapi tekanan itu dan tetap mampu menjalankan tugasnya secara transparan, adil, dan jujur maka dampaknya pun juga akan positif. "KPU mendapat tekanan dari manapun. Menghadapi tekanan dengan penuh kewibawaan maka dampak positifnya sangat besar," ucapnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
