
Photo
JawaPos.com - Pemilu 2019 di Rutan Klas IA Medaeng cukup spesial. Yang berbeda, pihak rutan mendekorasi salah satu dari empat TPS yang didirikan di lingkungan dalam rutan.
Yakni, TPS 31 yang didekorasi mirip seperti penjara ala film barat. Para sipir rutan yang bertindak sebagai petugas KPPS, berkostum kaus garis-garis hitam putih, plus topeng hitam ala narapidana.
Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Klas IA Medaeng Ahmad Nuri Dhuka mengatakan, sejatinya ruangan itu adalah ruang kunjung bawah. Fungsinya, sebagai ruang kunjungan bagi para tahanan perempuan saat keluarganya membesuk.
Hanya, Dhuka mengaku mendapat perintah dari Karutan Klas IA Medaeng untuk merias ruang besuk itu. Alasannya sederhana. Supaya pesta demokrasi di rutan Medaeng terasa spesial.
"Kami berpikir, apa salahnya kalau kami yang mencoba pakaian narapidana seperti teman-teman warga binaan. Jadi, hari ini, mereka jadi masyarakat umum, kami yang jadi narapidananya," kata Dhuka di area dalam Rutan Klas IA Medaeng, Rabu, (17/4).
Dhuka mengatakan, hal itu bukan satu-satunya alasan. Dia mengatakan, dari total sebanyak 213 tahanan yang terdaftar dala DPT di TPS 31, ada orang-orang terkenal di dalamnya.
Sebut saja, Ahmad Dhani dan Vanessa Angel. Ada Juga 15 mantan anggota DPRD Kota Malang yang mendekam di rutan itu karena masih berperkara. Diantaranya, mantan anggota DPRD Kota Malang Yaqud Ananda Qudban, Hadi Susanto, dan Wali Kota Blitar nonaktif Samanhudi Anwar.
"Kami sudah mengantongi daftar DPT tahanan Tipikor. Tapi, sampai siang ini, belum semuanya mereka kesini (nyoblos di TPS 31)," kata Dhuka.
Menurut informasi, Ahmad Dhani nyoblos pukul 08.30 WIB. Kemudian, menyusul Vanessa yang nyoblos pukul 09.00 WIB. Tak lama, Ananda juga menyusul menggunakan hak pilihnya di TPS ala penjara itu.
Tak ada statement dari Ahmad Dhani maupun Vanessa Angel. Hanya Ananda dan Hadi yang mau berkomentar soal harapan kepada para kandidat yang baru saja dicoblos.
Ananda berharap, para kandidat yang terpilih, mampu merealisasikan aspirasi masyarakat yang menjadi tanggung jawabnya. Begitu pula, harapannya kepada kandidat yang terpilih, untuk kemajuan kota Malang.
"Ya, pastinya lebih baik dari sebelumnya," kata Ananda singkat.
Sementara itu, Hadi berharap pemimpin yang terpilih nanti, mampu menegakkan supremasi hukum di Indonesia. Jangan tebang pilih, katanya.
Dia juga berharap, para Caleg yang nanti terpilih untuk Malang, tidak mengulang kesalahan yang dilakukan rekan sejawatnya. Sehingga, DPRD Kota Malang dapat menjadi instansi negara yang bersih.
"Ya, dengan adanya musibah (kasus korupsi) ini, dapat dijadikan sebagai pembelajaran untuk kota Malang. Lha wali kota sak dewane entek," kata Hadi.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
