JawaPos Radar

Kekeringan, Warga Bojonegoro Cari Air hingga 3 Km Jauhnya

16/08/2018, 05:30 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kekeringan Air Bersih
Sejumlah warga Desa Dampet, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim) sedang mengambil air embung menggunakan jeriken untuk kebutuhan sehari-hari. (Yudi Handoyo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sejumlah warga Desa Dampet, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim) kesulitan mendapatkan air bersih. Alhasil masyarakat terpaksa mengambil air embung sejauh tiga kilometer untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Setiap musim kemarau wilayah ini menjadi langganan kekeringan. Karena sumur-sumur juga semakin kering. Untuk kebutuhan sehari-hari terpaksa ambil air dari embung yang biasanya digunakan warga untuk mengairi sawah," kata salah satu warga Mutaqqin, 52, saat mengambil air embung di desa setempat, Rabu (15/8).

Mutaqqin menyampaikan, kondisi kesulitan air bersih sudah berlangsung cukup lama, sekitar satu hingga dua bulan. Apalagi, lanjut dia, saat musim kemarau, air sumur manual maupun pompa milik warga, sudah tidak terdapat air. 

"Air embung ini untuk konsumsi hewan ternak, mandi, mencuci dan keperluan lainnya. Setiap hari bolak-balik ambil air menggunakan jeriken dua sampai tiga kali sehari tergantung kebutuhan," jelasnya. 

Sementara, kata dia, untuk mendapatkan air bersih yang akan digunakan minum dan memasak terpaksa harus membeli dari tetangganya yang sumurnya masih mengeluarkan air. "Untuk memasak maupun mencuci perabotan dapur, beli dari tetangga," tambahnya.

Dirinya berharap, pemerintah segera melakukan penyaluran air bersih untuk warga Kecamatan Sugihwaras. Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi setiap hari untuk kebutuhan minum, memasak, mencuci, maupun membersihkan diri. "Saya harap pemerintah segera melakukan dropping air bersih," harapnya. 

Sementara itu, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Nadif Ulfia menyampaikan, hingga saat ini pihaknya baru mendapat laporan dari satu kecamatan, yakni Kecamatan Temayang. Untuk wilayah lainya belum melaporkan. 

"Beberapa wilayah memang sudah menjadi langganan kekeringan di musim kemarau. Hingga saat ini yang sudah lapor baru satu kecamatan. Kemarin sudah kita dropping air bersih. Untuk Kecamatan Sugihwaras dan lainnya belum ada laporan dari desa maupun kecamatan ke kami," terang Ulfia. 

Menurutnya, ia sudah melakukan pemetaan dengan mengacu data yang terdampak kekeringan tahun lalu. Berdasarkan data tersebut, lanjut dia, ada 26 desa dari 10 kecamatan yang tersebar di Bojonegoro dilanda kekeringan pada tahun sebelumnya. 

Sejauh ini, pihaknya sudah menyiapkan anggaran untuk penyaluran dropping air bersih. Bahkan petugas telah disebar untuk melakukan pemantauan wilayah dan menyampaikan laporan secepatnya, daerah mana saja yang terdampak kekeringan.

“Kemudian koordinasi dengan kami, maka kami segera menindak lanjuti dengan dropping air bersih," tutupnya.

(yud/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up