
Istri almarhum KH Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah, di makam Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Dokumen Antara
JawaPos.com–Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, memutuskan untuk menutup sementara akses menuju kompleks makam di area pesantren makam untuk peziarah. Hal itu dilakukan menyusul penyebaran virus Covid-19 yang jumlahnya makin banyak di Indonesia.
Sekretaris Pesantren Tebuireng KH Abdul Ghofar mengemukakan, kebijakan tersebut diambil sebagai langkah preventif untuk mencegah potensi penyebaran Covid-19 di ruang publik seperti anjuran pemerintah. ”Kami putuskan kebijakan tersebut dalam rapat pimpinan dan Majelis Keluarga Pesantren Tebuireng, dengan merujuk anjuran yang disampaikan pemerintah,” KH Abdul Ghofar seperti dilansir dari Antara pada Minggu (15/3).
Gus Ghofar, sapaan akrab KH Abdul Ghofar mengatakan, kompleks makam di Pesantren Tebuireng sering dikunjungi peziarah dari berbagai tempat di Indonesia. Di kompleks itu terdapat jenazah pendiri organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari, tokoh nasional KH Wahid Hasyim, mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid, adik Gus Dur yang baru wafat KH Sholahudin Wahid, dan sejumlah makam anggota keluarga lain.
Peziarah yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, setiap maghrib dan subuh juga menjadi tempat mengaji para santri. Penutupan lokasi makam itu diputuskan dan sudah dibuat surat edaran yang ditandatangani Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang KH Abdul Hakim Mahfudz. Di surat tersebut dituliskan bahwa informasi penutupan semua kunjungan ziarah ke Kompleks Makam Pesantren Tebuireng, Jombang, terhitung mulai Senin, 16 Maret pukul 00.00 WIB sampai dengan waktu yang belum ditentukan.
”Berkenaan dengan kebijakan tersebut, keluarga besar Pesantren Tebuireng Jombang juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ujar Gus Ghofar.
Menurut Gus Ghofar, jumlah pasien positif COVID-19 yang diumumkan pemerintah cenderung bersifat eksponensial, sehingga langkah preventif tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah dalam upacara pencegahan penyebaran virus tersebut. ”Hal itu juga sesuai dengan kaidah ushul fiqih, dar'ul mafâsid muqaddam alâ jalbi-l mashâlih (mencegah mafsadat harus diutamakan daripada upaya meraih kemaslahatan). Ini demi kesehatan dan kebaikan bersama,” ujar Gus Ghofar.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=eMAzJy1tTxI
https://www.youtube.com/watch?v=H-m78869Ldc
https://www.youtube.com/watch?v=3RbL_YTqG_o

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
