Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Maret 2020 | 21.18 WIB

Pesantren Tebuireng Tutup Sementara Akses Makam

Istri almarhum KH Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah, di makam Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Dokumen Antara - Image

Istri almarhum KH Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah, di makam Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Dokumen Antara

JawaPos.com–Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, memutuskan untuk menutup sementara akses menuju kompleks makam di area pesantren makam untuk peziarah. Hal itu dilakukan menyusul penyebaran virus Covid-19 yang jumlahnya makin banyak di Indonesia.

Sekretaris Pesantren Tebuireng KH Abdul Ghofar mengemukakan, kebijakan tersebut diambil sebagai langkah preventif untuk mencegah potensi penyebaran Covid-19 di ruang publik seperti anjuran pemerintah. ”Kami putuskan kebijakan tersebut dalam rapat pimpinan dan Majelis Keluarga Pesantren Tebuireng, dengan merujuk anjuran yang disampaikan pemerintah,” KH Abdul Ghofar seperti dilansir dari Antara pada Minggu (15/3).

Gus Ghofar, sapaan akrab KH Abdul Ghofar mengatakan, kompleks makam di Pesantren Tebuireng sering dikunjungi peziarah dari berbagai tempat di Indonesia. Di kompleks itu terdapat jenazah pendiri organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari, tokoh nasional KH Wahid Hasyim, mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid, adik Gus Dur yang baru wafat KH Sholahudin Wahid, dan sejumlah makam anggota keluarga lain.

Peziarah yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, setiap maghrib dan subuh juga menjadi tempat mengaji para santri. Penutupan lokasi makam itu diputuskan dan sudah dibuat surat edaran yang ditandatangani Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang KH Abdul Hakim Mahfudz. Di surat tersebut dituliskan bahwa informasi penutupan semua kunjungan ziarah ke Kompleks Makam Pesantren Tebuireng, Jombang, terhitung mulai Senin, 16 Maret pukul 00.00 WIB sampai dengan waktu yang belum ditentukan.

”Berkenaan dengan kebijakan tersebut, keluarga besar Pesantren Tebuireng Jombang juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ujar Gus Ghofar.

Menurut Gus Ghofar, jumlah pasien positif COVID-19 yang diumumkan pemerintah cenderung bersifat eksponensial, sehingga langkah preventif tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah dalam upacara pencegahan penyebaran virus tersebut. ”Hal itu juga sesuai dengan kaidah ushul fiqih, dar'ul mafâsid muqaddam alâ jalbi-l mashâlih (mencegah mafsadat harus diutamakan daripada upaya meraih kemaslahatan). Ini demi kesehatan dan kebaikan bersama,” ujar Gus Ghofar.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=eMAzJy1tTxI

https://www.youtube.com/watch?v=H-m78869Ldc

https://www.youtube.com/watch?v=3RbL_YTqG_o

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore