Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Desember 2018 | 17.28 WIB

3 Ribu Warga Natuna Belum Terjamah Internet

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Natuna Raja Darmika. - Image

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Natuna Raja Darmika.

JawaPos.com - Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), berada di perbatasan negara. Termasuk dalam kawasan Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (3T). Beberapa pulau di Natuna masih membutuhkan banyak perhatian dari pemerintah.


Sampai sekarang, ada satu pulau di Natuna yang masih terisolasi dalam aspek ketersediaan sinyal internet. Yakni, Pulau Laut yang berada paling luar kawasan Natuna.


Sekitar 3.000 warga di tiga pulau yang masuk dalam Kecamatan Pulau Laut hanya bisa memanfaatkan sinyal telepon saja. Itupun tidak di semua tempat "Kalau untuk WA (WhatApps) sudah tidak bisa. Sulit sekali di sana untuk internet," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Natuna Raja Darmika di Natuna, Jumat (14/12).


Rencananya, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) memberikan dukungan hadirnya sinyal 4G dari semula hanya 2G dari pemancar di tiga pulau tersebut. Tentu hal itu menjadi kabar baik yang sudah sejak lama ditunggu.


Dengan hadirnya jaringan 4G di pulau yang berjarak sekitar lima jam dari Pulau Ranai, Ibu Kota Kabupaten Natuna, pelayanan kepada masyarakat akan bisa lebih optimal. Demikian pula dengan keuntungan yang bisa didapat masyarakat dengan hadirnya internet.


"Sama dengan kami, internet di Pulau Laut juga dibutuhkan. Kantor-kantor pemerintah dan pengusaha ikan di sana juga saya kira butuh internet. Kalau internet ada, informasi pasti akan cepat didapat," ulas Darmika.


Direktur Utama BAKTI Anang Latif mengatakan, pihaknya akan memberikan dukungan agar operator menyediakan saluran operasional satelit. Sehingga operator yang selama ini kewalahan karena memerlukan biaya tinggi untuk menyewa satelit dengan kapasitas besar, hanya cukup menanggung biaya operasional lapangan radio BTS.


Program ini rencananya diljalankan awal maret 2019. Saat ini, BAKTI telah memiliki satelit dengan kapasitas besar. "Sebagian cost akan ditanggung BAKTI. Untuk sinyal 4G memang perlu menyewa kapasitas satelit yang sangat mahal. Berat mereka kalau menanggung sekitar Rp 1,2 miliar per tahun," papar Anang.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore