Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Mei 2021 | 05.30 WIB

Selama Lebaran, Kasus Covid-19 Jatim Tak Ada Peningkatan

Ilustrasi pemakaman khusus Covid-19 di TPU Keputih Surabaya. Alfian Rizal/JawaPos - Image

Ilustrasi pemakaman khusus Covid-19 di TPU Keputih Surabaya. Alfian Rizal/JawaPos

JawaPos.com–Sejak Lebaran pada Kamis (13/5), beredar pesan berantai yang mengatakan ada peningkatan pasien terpapar Covid-19 di kabupaten/kota diseluruh Jawa Timur. Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa berita yang beredar tersebut adalah hoax.

”Berita yang ramai beredar di aplikasi WA terkait meningkatnya jumlah pasien yang terpapar Covid-19 di Jawa Timur, saya pastikan itu adalah tidak benar atau hoaks,” tutur Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Jumat (14/5).

Data dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim menunjukkan sejak 8 sampai 14 Mei, penambahan kasus Covid-19 baru berturut-turut adalah 225, 230, 206, 257, 248, 148, dan 141 orang. Untuk yang terkonfirmasi sembuh mulai 8 Mei sampai 14 Mei berturut-turut 207, 196, 213, 193, 224, 151, dan 179 orang.

”Sedangkan yang dinyatakan meninggal dunia secara berturut-turut sejak 8 sampai 14 Mei adalah 19, 17, 21, 31, 22, 11, dan 15 orang,” tutur Khofifah.

Gubernur Khofifah menjelaskan, sampai hari ini (14/5), perkembangan Covid-19 di Jawa Timur masih terkendali. Berdasar data Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim per 14 Mei menunjukkan kasus kumulatif terkonfirmasi Covid-19 berjumlah 150.901 dengan penambahan kasus aktif baru 141. Sedangkan yang dinyatakan sembuh bertambah 173 orang dan meninggal dunia bertambah 15 orang.

”Situasi Covid-19 di Jawa Timur saat ini 1.614 orang dalam perawatan atau 1,07 persen. Sebanyak 138.310 terkonfirmasi sembuh atau 91,66 persen, dan 10.977 terkonfirmasi meninggal dunia atau 7,27 persen,” terang Khofifah.

Gubernur Jatim mengungkapkan, kasus Covid-19 aktif di Jatim merupakan yang terendah dari 3 provinsi besar di Pulau Jawa. Yakni Jawa Tengah 7.277 kasus, DKI Jakarta 7.792 kasus, dan Jawa Barat dengan 29.104 kasus aktif.  ”Kita termasuk kasus Covid-19 aktif terendah dari provinsi besar lainnya di Pulau Jawa,” ungkap Khofifah.

Dia menambahkan, posisi zonasi kabupaten kota di seluruh Jawa Timur sampai hari ini (14/5) tidak ada yang berada di zona merah. Untuk zona kuning ada 12 kabupaten/kota. Yakni Pamekasan, Probolinggo, Bondowoso, Sampang, Sumenep, Lumajang, Bangkalan, Lamongan, Pasuruan, Situbondo, Tuban, dan Jember.

Sedangkan sisanya sebanyak 26 kabupaten/kota berada di zona oranye. Yakni Kabupaten Kediri, Kota Mojokerto, Kota Surabaya, Kota Kediri, Sidoarjo, Madiun, Kota Pasuruan, Kota Malang, Nganjuk, Ngawi, Kota Batu, Trenggalek, Ponorogo, Magetan, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kota Madiun, Pacitan, Jombang, Tulungagung, Kota Probolinggo, Gresik, Banyuwangi, Mojokerto, Malang, dan Bojonegoro.

”Sampai saat ini di Jawa Timur tidak ada kabupaten/kota yang statusnya zona merah,” ucap Khofifah.

Oleh sebab itu, Gubernur Khofifah mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Hal ini sebagai langkah antisipatif agar tidak terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Jawa Timur.

”Saya memohon agar silaturahmi atau halalbihalal sementara dilakukan secara virtual, begitu pula dengan wisata sebaiknya ditunda demi kebaikan dan keamanan bersama,” ujar Khofifah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore