JawaPos Radar

Honorer Diduga Mesum di Gedung Dewan, BKPSDM Kota Batam: Tunggu Sekwan

11/08/2018, 07:50 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Mesum
ILUSTRASI: Diduga kedua staf DPRD Kota Batam melakukan tindakan asusila bersama anggota DPRD Kampar, yang merupakan tamu Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, Zainal Abidin pada Senin (23/7) lalu. (Boni Bani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Perkembangan isu asusila di ruang pimpinan DPRD Kota Batam, masih dalam proses pemeriksaan. Sampai saat ini Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Batam masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait untuk mengumpulkan data-data yang dibutuhkan.

Namun demikian, informasi perkembangan sampai sejauh mana pemeriksaan tersebut dilakukan masih belum didapat karena Kepala Sekwan DPRD Kota Batam, Asril tidak berada di kantornya, begitu juga dengan kontak ponsel milik Asril yang juga tidak bisa dihubungi.

Sebelumnya, diduga kedua staf DPRD kota Batam melakukan tindakan asusila bersama anggota DPRD Kampar, yang merupakan tamu Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, Zainal Abidin pada Senin (23/7) lalu.

Adanya agenda Rapat Paripurna, sehingga tamu dari Zainal Abidin tersebut ditinggal untuk beristirahat di sana. Saat kedua honorer berinisial FD dan AY tersebut datang untuk memberikan konsumsi, diduga terjadi tindak asusila tersebut.

Dari informasi yang beredar, kejadian itu diketahui oleh seorang petugas kebersihan berinisial BD. Ia yang datang untuk membersihkan ruangan terkejut dengan kondisi tempat tidur yang ada di ruang kerja Zainal sudah dalam kondisi berantakan. BD juga menemukan barang lain yang diduga terdapat sisa sperma.

Zainal Abidin sendiri mengaku adanya kabar kejadian ini sehari setelahnya atau pada Selasa (24/7). Sehingga ia tidak mengetahui aksi mesum yang terjadi di ruangannya itu

Terkait kebenaran atau titik terang isu asusila di ruangan Pimpinan DPRD Kota Batam yang melibatkan dua tenaga honorer ini, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batam, M Sahir mengatakan pihaknya akan menjatuhkan sanksi terhadap dua honorer tersebut, berdasarkan hasil laporan dari Sekwan.

Jika nantinya telah ditetapkan bersalah, maka BKPSDM akan memberikan sanksi berdasarkan tingkat kesalahan yang dilakukan. Mulai dari sanksi ringan, sedang, hingga berat yang berujung pada pemecatan.

"Sekarang kita masih tunggu, Sekwan sedang melakukan pemeriksaan. Setelah ada laporan, baru akan kita lihat apakah akan diberikan sanksi apa," kata Sahir.

Sementara itu, Anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Batam, Suhardi Tahirek menjelaskan bahw BK juga menunggu hasil pemeriksaan dari Sekwan. BK belum mengambil langkah-langkah karena memang pihak yang terlibat dalam kasus ini bukan Anggota DPRD dari Kota Batam.

Terkait dengan kebenaran apakah pihak yang terlibat adalah anggota DPRD Kampar, Suhardi juga mengaku belum bisa memastikan hal tersebut. "Kalau itu saya belum tahu, karena memang masih berada di luar," kata Suhardi ketika dihubungi pada Jumat (10/8).

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up