
ILUSTRASI. Peristiwa nahas terjadi di Pangkalan Lada, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Enam pekerja lepas penggarap proyek Telkom, tersetrum. Tiga di antaranya tewas.
JawaPos.com - Peristiwa nahas terjadi di Pangkalan Lada, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Total ada enam orang tersetrum aliran listrik. Tiga di antaranya tewas.
Korban adalah enam buruh harian lepas (BHL) PT Tripola, pihak ketiga yang sedang bekerja menyelesaikan pemasangan jaringan baru berupa pemasangan tiang dan kabel optik milik PT Telkom Akses wilayah Pangkalan Bun. Mereka adalah Mathesim, 38, Mohammad Saputra, 25, Moh Halil, 35, Asmuni, 33, Syahyedi, 35, dan Umam, 34.
Tiga nama terakhir kondisinya kritis dan dirujuk ke RSU Imanudin Pangkalan Bun. Kecelakaan kerja terjadi di tepat di bulan keselamatan ini terjadi Rabu (6/2) sekitar pukul 16.00 WIB.
Kepala Telkom Pangkalan Bun Subono, membenarkan adanya kecelakaan kerja yang terjadi saat pembangunan jaringan Telkom wilayah Pangkalan Bun. Pekerjaan itu sebenarnya dilakukan oleh Telkom Akses yang berpusat di Palangka Raya, anak perusahaan dari PT Telkom.
"Jadi pekerjaan itu oleh Telkom Akses diserahkan kepada pihak ketiga yakni PT Tripora, dengan pengerjaan pembangunan jaringan di wilayah Pangkalan Lada- Desa Pandu Senjaya-Desa Natai Kerbau," ujar Subono, dikutip dari Kalteng Pos (Jawa Pos Group), Senin (11/2).
Subono menjelaskan, berdasarkan informasi sementara, korban selamat dirujuk ke rumah sakit. "Informasi yang saya dapat dari pihak PLN, bahwa ada tiga pekerja yang meninggal di tempat, dan sisanya kritis. Namun, saya belum tahu kebenarannya. Karena saat ini tim kami sedang ke lapangan mencari tahu kebenarannya," jelasnya.
Dia menambahkan, sejatinya setiap mitra Telkom memiliki aturan dan SOP, saat melaksanakan pekerjaan dari Telkom, karena itu salah satu syarat bagi pihak ketiga untuk mendapatkan job (proyek) dari PT Telkom melalui proses lelang.
"Dengan kata lain, pekerjaan ini sudah bisa dipastikan standar pengerjaannya, karena kalau belum Keselamatan Kesehatan Kerja (K3), pasti pihak Telkom tidak berikan pekerjaan tersebut," ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Pangkalan Lada Iptu Waris Waluyo mengatakan, terkait musibah tersebut pihaknya sudah mendatangi lokal kejadian serta memasang garis polisi di TKP guna kepentingan penyidikan. Adapun korban atas musibah tersebut ada sebanyak enam orang, tiga di antaranya meninggal dunia.
"Kejadiannya tepat di depan Puskesmas Desa Pandu Sanjaya, ketika para pekerja BHL mendirikan tiang Telkom di bawah kabel tegangan tinggi milik PT PLN. Tiba-tiba, ujung tiang besi telkom menyentuh kabel tegangan tinggi milik PLN," kata Waris.
Ia mengatakan, kuat dugaan para BHL saat mendirikan tiang besi milik PT Telkom tidak memperhatikan jarak aman antara kabel tegangan tinggi milik PLN dan tiang besi yang didirikan tersebut sehingga aliran listrik menyetrum para pekerja.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
