Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Juni 2026 | 19.54 WIB

Bertambah Jadi 5 Orang, Calon Manajer Kopdes Merah Putih di Kalimantan Meninggal Dunia saat Latsarmil

Kemhan menyampaikan penjelasan terkait sejumlah peserta latsarmil yang meninggal dunia sepekan belakangan. Total sudah 5 Persita kehilangan nyawa. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

Kemhan menyampaikan penjelasan terkait sejumlah peserta latsarmil yang meninggal dunia sepekan belakangan. Total sudah 5 Persita kehilangan nyawa. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kabar duka kembali datang dari lokasi lathian dasar militer (latsarmil) calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Peserta bernama Nola Dya Sari dilaporkan meninggal dunia pada Jumat malam (26/6).

Serupa dengan 4 peserta lain yang meninggal dunia saat menjalani latsarmil, Nola juga sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya. Dia mengeluh merasakan sesak napas dan suhu badannya terasa panas. Karena itu, dia dibawa oleh tim kesehatan Satuan Pendidikan (Satdik) C Kalimantan untuk mendapatkan penanganan awal.

”Sekitar pukul 18.45 WIB, almarhumah mengeluhkan sesak napas disertai badan terasa panas. Tim kesehatan satdik segera memberikan penanganan awal dan merujuk yang bersangkutan ke IGD Rumah Sakit Singkawang,” terang Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia pada Sabtu (27/6).

Sebelum mengeluhkan kondisi kesehatannya, Nola baru saja mengikuti kegiatan pembelajaran CMI dan teknik perkebinan di dalam kelas. Selama kegiatan tersebut, dia baik-baik saja. Keluhan kesehatan baru disampaikan pada malam hari. Hingga akhirnya dia dibawa ke IGD Rumah Sakit Singkawang pada pukul 19.20 WIB.

”Dan langsung mendapatkan pemeriksaan serta penanganan medis,” kata jenderal bintang dua TNI AD tersebut.

Setelah dilakukan stabilisasi, Nola kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Aziz Singkawang demi mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif. Dia tiba di rumah sakit tersebut sekitar pukul 20.20 WIB. Di rumah sakit itu lah kondisinya memburuk.

”Dalam proses penanganan terjadi henti jantung, sehingga dilakukan resusitasi jantung paru (RJP) dan tindakan kardioversi. Meski pun berbagai upaya medis telah dilakukan, kondisi kesehatan pasien tidak dapat dipulihkan dan pada pukul 21.03 WIB dinyatakan meninggal dunia,” terang dia.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore