
Direktur PT Dewanto Cipta Pratama, Eko Dedi Sukamto ditemukan meninggal dunia di kamar hHotel Whiz Pekanbaru, Riau, Kamis (10/1) siang.
JawaPos.com - Eko Dedi Sukamto, seorang kontraktor yang ditemukan meninggal dunia di kamar nomor 1118 Hotel Whiz Pekanbaru, Riau, Kamis (10/1) siang, ternyata menjabat sebagai Direktur di PT Dewanto Cipta Pratama. Perusahaan ini, diketahui pemegang proyek pembangunan flyover Pasar Pagi Arengka Pekanbaru.
"Iya betul (pria yang ditemukan meninggal di hotel adalah kontraktor flyover pasar pagi Arengka)," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dadang Eko Purwanto, Kamis (10/1) sore.
Selain itu, saat penandatangan kontrak kerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, korban juga hadir dan ikut menandatanganinya. "Beliau ikut hadir dan melakukan teken saat itu," ucap Dadang.
Eko sendiri, ditemukan pertama kali oleh pegawai hotel sekitar pukul 13.42 WIB. Saat itu, Eko tak kunjung keluar dari dalam kamar sedangkan waktu menginapnya sudah habis.
Kemudian, pegawai hotel mengambil langkah untuk membuka kamar yang berada di lantai 11 itu dengan kunci cadangan. Akhirnya ditemukanlah Eko dalam keadaan tak bernyawa.
Sementara itu, beberapa waktu lalu Dadang menyampaikan bahwa, seharusnya flyover Pasar Pagi Arengka sudah tuntas di Desember 2018 sesuai dengan perjanjian.
Namun, nyatanya jembatan layang itu tak juga rampung dikerjakan. Oleh sebab itu, pihak kontraktor yang mengerjakan flyover ini, dipastikan akan dikenakan denda.
Terkait besaran dendanya, Dinas PUPR Riau akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Meski begitu, pihak kontraktor mengaku sudah siap jika dikenakan sanksi denda.
Dijelaskan Dadang, progres pembangunan flyover Pasar Pagi Arengka realisasinya masih 93 persen dari target 98 persen yang harus dicapai pada akhir Desember 2018. Di sini, pengerjaan tinggal proses pengecoran dan finishing. Sedangkan untuk bentang utama jembatan atau box girder sudah terpasang.
Meski di denda, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tetap memberikan kesempatan kepada kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 50 hari kalender. Itu dimulai 1 Januari. "Mereka komit untuk bisa selesai sebelum 50 hari. Diharapkan dengan penambahan waktu 50 hari mudah-mudahan selesai. Targetnya akhir Januari 2019," jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Pekanbaru Kota AKP Sunarti menyebut, setelah mendapatkan informasi adanya temuan mayat di salah satu hotel, anggota langsung menuju ke lokasi. "Kami langsung ke TKP. Dugaan belum tahu. Untuk sementara belum ada tanda-tanda kekerasan," sebutnya.
Jasad korban sudah dievakuasi dari kamar hotel dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk di visum. "Nanti setelah hasilnya keluar baru diketahui," pungkasnya.
Kerabat korban maupun rekan kerja sudah berdatangan ke hotel untuk mengetahui kondisi korban.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
