Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 November 2018 | 04.30 WIB

Herjuno Darpito, Karir Gemilangnya 'Tenggelam' di Perairan Karawang

KORBAN JIWA: Jenazah Herjuno Darpito, salah seorang korban pesawat Lion Air JT-610 tiba di rumah duka, pada Rabu (7/11). - Image

KORBAN JIWA: Jenazah Herjuno Darpito, salah seorang korban pesawat Lion Air JT-610 tiba di rumah duka, pada Rabu (7/11).

JawaPos.com - Suasana duka terasa di Dusun Nogosari 1, Desa Bandung, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Rabu (7/11). Rumah milik keluarga Herjuno Darpito, seorang korban pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di kawasan perairan Karawang, Senin (29/10) pagi.


Herjuno besar di rumah itu, sebelum akhirnya ia merantau dan menetap di Tangerang, Jawa Barat. Tinggal bersama istri dan anaknya, dengan aktivitas kerja di Pelabuhan Pangkal Pinang.


Tercatat selama 24 tahun mengabdi di perusahaan yang berkantor induk PT Perindo II itu, jabatannya cukup strategis. Yaitu sebagai Deputi General Manager Operasi dan Teknik Cabang Pelabuhan Pangkal Pinang.


Ia bahkan berkesempatan untuk mendapatkan promosi dari perusahaannya. Beberapa waktu belakangan diketahui, Herjuno mengikuti assesment dalam rangka promosi jabatan. Namun Tuhan berkehendak lain atas nasib Herjuno. Karier dunia yang dijalaninya terbilang cukup cemerlang, telah usai. Pesawat yang ditumpanginya, Lion Air JT-610 dari rute Cengkareng-Pangkal Pinang mengalami kecelakaan, Senin (29/10) pagi.


"Sesungguhnya seminggu sebelum insiden ini, beliau sudah mengikuti assesment dalam rangka promosi jabatan yang lebih tinggi lagi. Tapi ternyata Allah berkehendak lain, Allah punya kehendak yang berbeda dan kita meyakini bahwa kehendak Allah yang paling baik. Kita harus ridho pada kehendak-Nya," kata atasan kantor dari Herjuno, Nugroho Iwan Prasetyanto, General Manager Cabang Pelabuhan Pangkal Pinang, Rabu (7/11).


Dikatakan Nugroho, perusahaan tempat kerjanya dalam melakukan promosi jabatan ada grade-grade tertentu. Sesuai dengan kinerja masa bakti. "Promosi itu banyak, bisa kenaikan kelas ataupun jabatan berdasarkan assesment," katanya.


Setelah peristiwa ini, pihak perusahaan yang sudah mempunyai acuan pun akan memenuhi hak-hak yang seharusnya didapatkan keluarga Herjuno. Terutama masalah tanggungan biaya pendidikan bagi anaknya, yang saat ini masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). "Beliau adalah salah satu putra terbaik perusahaan," katanya.


Herjuno Darpito merupakan anak pertama dari 5 bersaudara, putra pasangan Marwandi, 74, dan Masiyah, 67. Ia merupakan salah seorang penumpang  pesawat nahas Lion Air JT-610 rute Cengkareng-Pangkal Pinang.


Pesawat itu mengalami kecelakaan 13 menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (29/10) pukul 06.20 WIB. Pesawat dengan personal on board sebanyak 189 orang itu jatuh di kawasan perairan Karawang.


Setelah berhasil dievakuasi, jenazahnya teridentifikasi pada Selasa (6/11) sore. Kemudian Rabu (7/11) dibawa ke rumah duka di Kecamatan Playen, untuk dimakamkan.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore