Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Juni 2018 | 01.49 WIB

PDIP Jateng: Hati-hati Berurusan dengan Bu Mega

Ketua Komisi III DPR RI Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul mengapresiasi ketegasan dan integritas Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) yang mencopot Anwar Usman dari jabatan Ketua MK. - Image

Ketua Komisi III DPR RI Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul mengapresiasi ketegasan dan integritas Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) yang mencopot Anwar Usman dari jabatan Ketua MK.

JawaPos.com - Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengguruduk sebuah kantor media beberapa waktu lalu. Pemicunya adalah pemberitaan tentang Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.


Ketua DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng) Bambang Wuryanto menegaskan, statemen yang sempat dikeluarkannya terkait perataan kantor media bukan sebagai ancaman atau intimidasi terhadap media. Dia hanya ingin menyampaikan bahwa apa yang terjadi beberapa waktu lalu merupakan kultur dari PDIP. DSelama ini, PIDP maupun kepolisian tidak bisa menahan gejolak dari grassroot terkait aksi tersebut.


"Kayak sampeyean nggak paham saja. Di PDIP, Megawati dianggap ibu. Kalau ibu dilecehkan, bisa marah rakyat. Rakyat PDIP maksud saya. Ya kalau Jateng sudah banyak pengalamannya. Saya tidak mengancam, tapi memberikan sinyal. Kayak gitu terjadi di Jateng, bisa seperti yang saya bilang (kantor bisa rata dengan tanah)," tegas Bambang saat ditemui JawaPos.com di sela pembagian KIP di Pendapi Gede, Balai Kota, Solo, Selasa (5/6).

Bambang memberikan pesan bahwa jangan mengganggu Megawati Soekarnoputri. Jika pemberitaan seperti di Bogor terjadi di Jateng, maka dia juga tidak bisa menjamin keamanannya. Sebab semua kader PDIP akan marah dan siap melakukan tindakan.


Jika itu terjadi, instruksi dari Bambang sebagai Ketua DPD pun sudah tidak digubris lagi. "Ibu Megawati itu ibunya anak-anak PDIP. Itu ibunya banteng. Kalau njenengan (Anda) lecehkan, mereka langsung bergerak. Kalau itu terjadi di Jateng, bisa parah, bisa rata dengan tanah kantornya," ucap pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu.


Bambang kembali menegaskan bahwa apa yang disampaikannya tersebut bukan ancaman atau intimidasi. Tetapi menjadi info mengenai kultur yang ada pada PDIP.


Bambang berharap kepada media meski dalam era kebebasan berpendapat, tetap berhati-hati saat memberitakan soal Megawati. Jangan sampai melecehkan atau membuat masalah. "Agar (media) lebih berhati-hati berurusan dengan Bu Mega. Kami nggak mau dicap sebagai anak durhaka, dan ini bukan mengancam," tegasnya.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore