
BERTEMU KONSTITUEN: Kiri, Bobby Nasution bertemu para ustad di Kota Medan. Kanan, Akhyar Nasution berkomitmen dengan tokoh Melayu di Medan, Rabu (4/11). (For. JawaPos.com)
JawaPos.com - Dua pasangan calon wali kota Medan terus bergerilya untuk mengkampanyekan dirinya kepada masyarakat. Sepanjang Rabu (4/11), kedua pasangan memiliki agenda yang sangat padat.
Bobby Nasution bersilaturahmi dengan para ustad di Hotel Madani, Kota Medan. Para ustad itu berasal dari beragam keilmuan.
Hendra Wibobo, perwakilan para ustad/ustadah mengaku siap membantu memenangkan pasangan Bobby Nasution-Auliar Rachman di Pilkada Medan 2020.
"Para ustad pun berkeyakinan bahwa Bobby Nasution bisa mengubah Medan. Beliau masih muda, kreatif, dan punya ide-ide untuk membangun Medan," kata Hendra. Menurut dia, sangat rugi para guru agama bila tidak mendukung Bobby-Aulia.
Mendapat dukungan dari kalangan ulama membuat Bobby Nasution semakin bersemangat untuk membenahi Kota Medan. "Terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan kepada saya. Mengharukan bagi saya. Ini akan jadi kekuatan bagi saya. Mohon doa agar dikuatkan hati dan tekad kami," kata Bobby Nasution.
Di tempat lain, calon wali kota Medan Akhyar Nasution bertemu dengan para tokoh Melayu. Di hadapan para tokoh Melayu, Akhyar menyatakan komitmennya untuk mempertahankan identitas Kota Medan.
Dia mengatakan, bahwa Melayu Deli merupakan salah satu subsuku bangsa Melayu di Sumatera Timur. Melayu Deli termasuk kelompok asli di Sumatera Utara.
Maka dari itu dia menegaskan bahwa identitas Kota Medan tak jauh dari nuansa Melayu. Contohnya sudah terlihat, yakni Istana Maimun, Masjid Raya Al Mahsun, dan Masjid Al Osmani. Semua itu menjadi ikon Kota Medan.
"Kota Medan diawali dari Medan Labuhan. Itu titik awalnya. Tentu etnis dan budaya Melayu menjadi sendi kehidupan warga. Sehingga semua hal yang kita kerjakan memang sudah sepatutnya dilandasi budaya dalam mempertahankan identitas kota," sebut Akhyar.
Ketua Serumpun Anak Melayu (Seram) Abdul Ghofur menyebut sebuah pepatah Melayu, di mana Bumi Dipijak di situ bumi Dijunjung. "Sama-sama kita benahi budaya Melayu di Medan ini demi mempertahankan budaya dan tradisi agar tak hilang di makan zaman," harapnya.
Dalam kegiatan yang diinisiasi relawan Saya Bersama Akhyar (SABAR Community) itu turut membacakan pernyataan sikap para tokoh Melayu untuk memenangkan Akhyar Salman. Perjuangan ini juga untuk merebut hati masyarakat dalam memenangkan pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022