Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 November 2017 | 20.16 WIB

Cerita Fadli Zon yang Selalu Gagal Maju Jadi Caleg dari Ranah Minang

Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kanan) bersama Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat ngopi di warkop, Sabtu (4/11) - Image

Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kanan) bersama Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat ngopi di warkop, Sabtu (4/11)

JawaPos.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM),  Sabtu (4/12) sekitar pukul 08.05 WIB. Kedatangan tokoh nasional berdarah Minang itu untuk menghadiri undangan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB).


Sebelum bertolak ke lokasi acara wisuda mahasiswa UMSB, Fadli terlebih dulu menghabiskan waktu sekitar 1 jam menikmati seduhan kopi Warung kopi (Warkop) di kawasan Jalan Nipah Kota Padang. Di sana, Fadli dijamu Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) yang juga Ketua DPD Gerindra Sumbar Nasrul Abit. Hampir semua Ketua DPC Gerindra di Sumbar turut memadati Warkop terssebut.


Lelaki kelahiran Payakumbuh itu lantas bercerita panjang lebar soal kekuatan Gerindra Sumbar saat ini hingga kegagalannya menuju Senayan mewakili kampung halaman sendiri pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2009. Anak buah Prabowo ini justru berjaya di Dapil Jawa Barat. Fadli mengaku sama sekali tidak kecewa atas kegagalannya menjadi anggota DPR dari Sumbar. Sebab kala itu, Partai Gerindra memang belum dikenal masyarakat dan baru berusia satu tahun.


"Waktu itu, Gerindra baru (berusia) satu tahun. Dinyatakan lulus sebagai peserta pemilu pada Juli 2008, sedangkan Pileg April 2009. Tentu dalam rentang waktu yang amat sedikit, kita tidak optimal dalam sosialisasi," cerita Fadli di depan pintu kamar mandi Warkop jalan Nipah Padang saat dicegat Jawapos.com, Sabtu (4/11).


Singkat kata, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu hanya memiliki waktu sekitar 6 bulan untuk berkampanye pada Pileg 2009. Parahnya lagi, Caleg dari Gerindra di Sumbar juga sangat minim, berkisar dari 3 hingga 4 orang. Dari jumlah itu, hanya 1 hingga 2 orang yang serius bergerak dan tentu tidak mungkin meraup suara maksimal. "Bayangkan saja, kuota caleg saja tidak penuh, bagaimana mengdongkrak suara. Padahal perolehan suara saya cukup banyak," terang lulusan Ilmu Budaya Universitas Indonesia itu.


Kalah di Pileg 2009, bukan kali pertama Fadli gagal di Ranah Minang. Pada 1999 silam, dia juga harus menelan rasa kecewa karena gagal melenggang ke Senayan dari Partai Bulan Bintang (PBB). "Waktu itu, suara saya juga terbanyak. Tapi karena pemilihannya dari partai, saya gagal," terangnya sembari menebar senyum.


Kendati demikian, kegagalan menjadi wakil rakyat dari Sumbar tak membuat Fadli kecewa dan mengenyampingkan Ranah Minang. Dia mengaku tetap mencintai dan memberikan perhatian khusus pada kampung halaman ayah dan ibu kandungnya tersebut.


Buktinya, Fadli kerap pulang kampung. Baik untuk urusan formal partai, maupun masalah sosial. Seperti kejadian longsor, musibah banjir dan sebagainya, Fadli tetap menyempatkan hadir dan memberikan bantuan untuk masyarakat Sumbar. "Yang namanya perjuangan politik, berhasil dan gagal itu biasa. Tapi saya tetap intens melihat kemajuan di Sumbar dan memberikan yang terbaik," sebutnya.


Hanya saja, Fadli enggan kembali mencoba peruntungan maju menjadi anggota DPR melalui pemilihan Sumbar. Dia memilih tetap akan maju di Dapil Jawa Barat. "Saya maju dari Bogor. Sebab saya Sekolah SD, SMP di Bogor. Tapi walaupun mewakil Jabar, saya akan tetap intens berkomunikasi, berinteraksi dengan Sumatera Barat," imbuhnya.


Di sisi lain, Fadli Zon optimis Gerindra akan menjadi pemenang di Sumbar pada Pemilu 2019. Menurutnya, dengan usia parpol yang masih terbilang sangat muda, Gerindra telah berhasil mencuri hati masyarakat Minangkabau. "Kemajuan Gerindra di Sumbar luar biasa pesat. Mudah-mudahan ini bisa dipertahankan," tutur Fadli.


Selain akan berorasi di depan ribuan mahasiswa UMSB, Fadli juga akan menyempatkan diri meninjau kondisi Pasar ateh Bukittinggi yang ludes terbakar pada Senin (30/10) lalu. Selain itu, Fadli juga akan bertolak ke Kota Payakumbuh. "Mau pulang kampung sembari melihat rumah di Payakumbuh," beber putra pertama dari tiga bersaudara itu.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore