Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Oktober 2022 | 23.48 WIB

Aremania-Bonek Doakan Korban Tragedi Kanjuruhan

AKSI SOLIDARITAS: Para suporter menyalakan lilin dan berdoa bersama di Stadion Bayuangga kemarin (3/10) malam. (ZAINAL ARIFIN/JAWA POS RADAR BROMO) - Image

AKSI SOLIDARITAS: Para suporter menyalakan lilin dan berdoa bersama di Stadion Bayuangga kemarin (3/10) malam. (ZAINAL ARIFIN/JAWA POS RADAR BROMO)

JawaPos.com – Tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (1/10) lalu membawa duka yang sangat mendalam. Bukan hanya bagi keluarga ratusan korban meninggal, melainkan juga segenap masyarakat di negeri ini.

Namun, di balik musibah itu, ada secercah harapan yang diidam-idamkan berbagai pihak. Yakni, kembali bersatunya antarkelompok suporter bola yang selama ini kerap terlibat rivalitas sengit. Tak terkecuali Aremania dan Bonek Mania.

Benih-benih perdamaian itu makin terasa. Di sejumlah wilayah di Jatim, para kelompok suporter bersatu dan bergandengan tangan untuk mendoakan seluruh korban tragedi tersebut.

Di Jember, pelaksanaan salat gaib dan doa bersama di mapolres dihadiri sejumlah kelompok suporter. Termasuk Aremania dan Bonek Mania di wilayah kabupaten tersebut.

Di sana, mereka bersama-sama mendoakan para korban tragedi Kanjuruhan, yang dua di antaranya berasal dari Jember. ’’Hal ini akan menjadi pelajaran bagi masyarakat semua, khususnya para pencinta sepak bola di Jember,’’ ujar Kapolres AKBP Hery Purnomo di hadapan seluruh perwakilan suporter.

Benih-benih perdamaian juga begitu terasa dalam perhelatan aksi solidaritas dan doa bersama di Stadion Bayuangga, Kota Probolinggo, kemarin malam. Dikoordinasi Curva Sud Persipro, para perwakilan sejumlah kelompok suporter memadati sepanjang jalan depan pintu masuk stadion. Tampak hadir suporter Persipro, Aremania Probolinggo, Bonek Mania Probolinggo, dan Viking. Wali Kota Habib Hadi Zaenal Abidin juga hadir dalam momen tersebut.

’’Tragedi yang terjadi di Kanjuruhan kami harap menjadi yang terakhir. Tidak pernah ada kejadian serupa di dunia sepak bola Indonesia. Kita semua cinta bola,’’ kata Habib Hadi.

Nur Ali selaku koordinator Curva Sud Persipro menyatakan, aksi berdoa bersama dan menyalakan lilin diikuti semua suporter dari beragam elemen. ’’Kami sebagai suporter paham bagaimana kondisi di sana. Sebagai bentuk prihatin, dukacita kami, dan ada korban dari Probolinggo sendiri,” terangnya.

Aksi solidaritas juga ditunjukkan gabungan suporter Ponorogo. Pendukung berbagai klub sepak bola itu tumpah ruah di Alun-Alun Ponorogo untuk memanjatkan doa bersama tadi malam (3/10). Mulai Warok Mania, CNW, BSC, Bonek Liar Ponorogo, Aremania, The Jack Ponorogo, Persita, hingga berbagai pendukung tim sepak bola lainnya.

Identifikasi Korban Terus Berlangsung


DI bagian lain, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan, proses identifikasi para korban tragedi Kanjuruhan menunjukkan perkembangan signifikan. Sebagian besar sudah diketahui identitasnya.

Dia menjelaskan, tak semua korban membawa identitas sehingga perlu pengecekan yang melibatkan tim DVI. ”Foto korban juga di-share para relawan. Itu dilakukan untuk memudahkan identifikasi,” kata Khofifah.

Selain itu, orang nomor satu di Jatim tersebut memastikan bahwa kondisi pasien yang dirawat di RS terus dipantau. ”Pemerintah berupaya memastikan bahwa jenazah ditangani dengan baik. Tidak hanya di RS. Pendampingan juga dilakukan hingga ke rumah masing-masing,” ujarnya.

Di bagian lain, identifikasi dan penanganan korban tragedi Kanjuruhan di sebagian daerah luar Malang telah tuntas. Di Blitar, proses pencarian telah dihentikan. Beberapa orang yang sebelumnya dinyatakan hilang dipastikan sudah kembali dengan selamat. ”Syukur tidak ada tambahan korban. Dan, yang sebelumnya masuk daftar pencarian kini sudah ditemukan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar Chirtine Indrawati kemarin (3/10).

Sebelumnya dikabarkan, ada enam orang meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan itu. Namun, satu orang yang sebelumnya tercatat sebagai warga Kabupaten Blitar ternyata sudah berdomisili di Pasuruan.

Sementara itu, dari 125 korban tragedi Kanjuruhan, 12 orang berasal dari Pasuruan dan Probolinggo. Semuanya sudah terdata dan ditangani masing-masing pemerintah daerah.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore