
Kondisi kabut asap di Sumsel.
JawaPos.com - Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (kahutla) melalui jalur udara telah dihentikan sejak 30 September lalu. Ini berdampak meningkatnya titik panas serta kabut asap di Kota Palembang. Di Sumsel, setidaknya ada 50 titik panas yang terpantau dan kabut asap mulai menyelimuti sejak Rabu (3/10) malam.
Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Ansori mengakui hal tersebut. Menurutnya, sejak beberapa hari terakhir titik panas selalu meningkat dikarenakan sumber air yang mengering. Akses menuju titik api juga sulit. Ditambah lagi adanya penghentian operasi udara atau waterboombing karena akan dievaluasi BNBP.
"Titik panas ini tersebar di Kabupaten Ogan Ilir, OKI, Banyuasin, Muba, Muara Enim, OKU, OKU Selatan dan Musirawas," kata Ansori saat dihubungi, Kamis (4/9).
Berdasarkan evaluasi BNBP, operasional helikopter untuk penanganan karhutla hanya sebatas 300 jam. Artinya, helikopter yang waktu terbangnya telah mencapai batasan tersebut harus diistirahatkan.
Sedangkan helikopter yang belum mencapai batas operasional, maka dapat melanjutkan proses pemadaman. Hal ini berbeda dengan Kalimantan Selatan yang operasi helikopternya tetap berjalan.
"Saat ini ada 10 helikopter untuk waterboombing. 6 Di antaranya belum mencapai batasan waktu. Artinya masih dapat digunakan untuk Sumsel. Sedangkan empat pesawat lagi distandbykan di BPBD," terang Ansori.
Terkait dampak kabut asap, Ansori menyebutkan bukan hanya berasal dari karhutla. Melainkan asap akumulasi keseluruhan atau radiasi. "Jadi bukan dampak karhutla," singkatnya.
Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Klas I Kenten Palembang Nandang Pangaribowo menjelaskan, udara kabur atau haze merupakan kabut radiasi akibat campuran debu, asap kendaraan bermotor, asap limbah rumah tangga, dan asap karhutlah.
Asap tersebut terakumulasi bercampur naik hingga udara atas. Biasanya asap turun pada malam hari hingga dini hari. Terlebih lagi sejak 10 hari terakhir, Palembang dan sekitar belum mendapatkan curah hujan di atas 50 mm. Sehingga proses akumulasi asap gampang terjadi. "Tapi nilai ISPU kami sedang. Yakni, 50-150 Mikron/gram. Artinya masih normal," tutupnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
