
KEBAKARAN: Savana di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang terbakar diduga akibat masyarakat sekitar yang menyalakan api unggun.
JawaPos.com - Peristiwa kebakaran yang terjadi di savana kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada Sabtu (1/9) lalu diduga terjadi akibat masyarakat sekitar yang menyalakan api unggun. Namun saat ini personel kepolisian dari Polres Malang masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut.
Pada peristiwa tersebut, setidaknya ada 65 hektare savana yang terbakar. Angin kencang yang terjadi di kawasan tersebut pun membuat api cepat menyebar.
Berdasarkan catatan Balai Besar TNBTS, pada hari pertama terjadinya kebakaran ada di 8 titik. Selanjutnya memasuki hari kedua, titik kebakaran bertambah menjadi 274 titik. Namun pada Senin (3/9) pagi, kebakaran terpantau berkurang menjadi enam titik.
Kepala Balai Besar TNBTS John Kenedie mengungkapkan, kebakaran tersebut diduga akibat api unggun yang dibuat oleh masyarakat sekitar, yakni yang mengambil kayu bakar, memburu burung, atau mengambil tanaman obat di kawasan tersebut.
"Kebakaran terjadi pada pagi hari, kemungkinan saat malam ada warga yang menyalakan api unggun, apinya masih tersisa," kata John Kenedie, Senin (3/9).
Dia menjelaskan, kebakaran hutan terjadi pada elevasi 45-60 derajat berupa 85 persen savana dengan ketebalan 85 hingga 150 sentimeter. Mengingat lokasi di sekitar Bromo merupakan ekosistem satwa langka, seperti macan tutul dan elang jawa, pihaknya pun berupaya untuk mencegah api agar tidak menyebar ke kawasan Jemplang.
"Kami berupaya keras kebakaran jangan sampai menyebar ke tempat tinggal satwa di TNBTS. Di savana yang terbakar ini (juga) menjadi tempat tinggal burung Branjangan," ungkap pria asal Palembang ini.
Salah satu upaya pencegahan itu yakni dengan cara pemadaman manual. Selain personel BB TNBTS, pemadaman juga dibantu personel TNI, Polri, pelaku pariwisata, serta warga sekitar. "Saya senang, warga Tengger di sekitar Desa Ngadas juga membantu proses pemadaman," imbuhnya.
Pihaknya berharap pada Selasa (4/9) besok, api di savana Gunung Bromo bisa dipadamkan. "Asal konidisi cuaca di kawasan Gunung Bromo mendukung," imbuhnya. Dia mengungkapkan, kebakaran serupa juga sempat terjadi di kawasan TNBTS pada 2014 silam.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
