JawaPos Radar

Kebakaran di Bromo Menyusut, Api Unggun Warga Diduga Menjadi Penyebab

03/09/2018, 15:06 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kebakaran Savana Bromo
KEBAKARAN: Savana di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang terbakar diduga akibat masyarakat sekitar yang menyalakan api unggun. (dok. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS))
Share this image

JawaPos.com - Peristiwa kebakaran yang terjadi di savana kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada Sabtu (1/9) lalu diduga terjadi akibat masyarakat sekitar yang menyalakan api unggun. Namun saat ini personel kepolisian dari Polres Malang masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut.

Pada peristiwa tersebut, setidaknya ada 65 hektare savana yang terbakar. Angin kencang yang terjadi di kawasan tersebut pun membuat api cepat menyebar.

Berdasarkan catatan Balai Besar TNBTS, pada hari pertama terjadinya kebakaran ada di 8 titik. Selanjutnya memasuki hari kedua, titik kebakaran bertambah menjadi 274 titik. Namun pada Senin (3/9) pagi, kebakaran terpantau berkurang menjadi enam titik.

Kepala Balai Besar TNBTS John Kenedie mengungkapkan, kebakaran tersebut diduga akibat api unggun yang dibuat oleh masyarakat sekitar, yakni yang mengambil kayu bakar, memburu burung, atau mengambil tanaman obat di kawasan tersebut.

"Kebakaran terjadi pada pagi hari, kemungkinan saat malam ada warga yang menyalakan api unggun, apinya masih tersisa," kata John Kenedie, Senin (3/9).

Dia menjelaskan, kebakaran hutan terjadi pada elevasi 45-60 derajat berupa 85 persen savana dengan ketebalan 85 hingga 150 sentimeter. Mengingat lokasi di sekitar Bromo merupakan ekosistem satwa langka, seperti macan tutul dan elang jawa, pihaknya pun berupaya untuk mencegah api agar tidak menyebar ke kawasan Jemplang. 

"Kami berupaya keras kebakaran jangan sampai menyebar ke tempat tinggal satwa di TNBTS. Di savana yang terbakar ini (juga) menjadi tempat tinggal burung Branjangan," ungkap pria asal Palembang ini.

Salah satu upaya pencegahan itu yakni dengan cara pemadaman manual. Selain personel BB TNBTS, pemadaman juga dibantu personel TNI, Polri, pelaku pariwisata, serta warga sekitar. "Saya senang, warga Tengger di sekitar Desa Ngadas juga membantu proses pemadaman," imbuhnya.

Pihaknya berharap pada Selasa (4/9) besok, api di savana Gunung Bromo bisa dipadamkan. "Asal konidisi cuaca di kawasan Gunung Bromo mendukung," imbuhnya. Dia mengungkapkan, kebakaran serupa juga sempat terjadi di kawasan TNBTS pada 2014 silam.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up