
Tersangka yang diamankan saat Harlah Nahdlatul Ulama (NU) di Tebing Tinggi, Rabu (27/2) lalu.
JawaPos.com - Front Pembela Islam (FPI) Sumatera Utara (Sumut) akhirnya angkat bicara soal kerusuhan yang terjadi saat acara Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) di Tebing Tinggi, Rabu (27/2) lalu. Polisi menuding perusuh adalah anggota FPI.
Hal itu dibantah Ketua FPI Sumut Sayed Hud Alatas. Kata laki-laki yang akrab di sapa Habib Hud itu, orang yang membuat kericuhan sebagian besar bukan anggotannya.
"Itu bukan anggota FPI. Itu masyarakat yang menolak acara tersebut. Cuma ada satu anggota kita. Masyarakat yang meminta salah satu anggota kita," kata Habib Hud, Jumat (1/3).
Anggota yang disebut Sayed adalah Amir Sitompul. Untuk yang lainnya dia sudah memastikan tidak memiliki kartu anggota FPI. "Simpatisan juga bukan," tukasnya.
Sayed mengungkapkan, saat ini FPI Sumut sedang menyiapkan bantuan hukum kepada anggota yang ditahan."Proses bantuan hukum untuk penangguhan penahanan," jelasnya.
Sementara itu, Ketua FPI Kotamadya Tebingtinggi, Muslim juga angkat bicara ihwal 11 orang yang ditangkap polisi itu. Dia menegaskan, para pelaku bertindak atas inisiatif sendiri, tanpa sepengetahuan organisasi.
"Kami dari FPI tidak ada instruksi, tidak ada komando, tidak ada atribut satupun di lapangan. Karena ini memang tidak ada arahan dari FPI," kata Muslim.
Namun, Muslim menyayangkan penetapan tersangka kepada pelaku. Dia menyesalkan polisi menjerat mereka dengan tindak pidana penghasutan dan atau melakukan perbuatan merintangi pertemuan keagamaan yang bersifat umum dan diizinkan.
Padahal, kata Muslim, masalah tersebut merupakan kesalahan yang sifatnya ringan. "Itu reaksi massa yang ratusan, bahkan ada 300 massa yang pergi meninggalkan tempat itu. Padahal yang lain juga banyak yang protes. Jadi kami menyesalkan kenapa diarahkan ke kita (FPI). Padahal di acara itu banyak massa yang protes," ujarnya.
Kericuhan itu, dipicu karena ada yang mendengar tausiyah oleh Gus Muwafiq nyeleneh dan menyimpang dari ajaran Islam. "Saya sendiri tidak di lapangan, karena tidak ada arahan dari organisasi. Jadi itu ada oknum-oknum. Orang-orang kita hanya beberapa orang yang mendengar ada ceramah yang nyeleneh, menyimpang dari Islam. Jadi sudah banyak teriakan-teriakan massa minta itu dibubarkan," terangnya.
Terkait adanya anggota FPI yang mengenakan baju #gantipresiden dan mengacungkan simbol 2 jari ingin membubarkan acara itu, Muslim membenarkannya. Hanya saja, tindakan itu atas inisiatif pribadi pelaku.
"Itu inisiatif pribadi, gak ada arahan. Mereka datang atas inisiatif pribadi. Bahkan saya kecewa dengan kawan-kawan itu juga. Artinya mereka bertindak tanpa ada pemberitahuan ke kita. Karena kita secara organisasi ada prosedur," tegasnya.
Saat ini, para pelaku ditahan di Mapolres Tebingtinggi. Aparat kepolisian juga masih memintai keterangan sejumlah saksi. Seperti diketahui, acara Tabligh Akbar dan Tausiyah Kebangsaan dalam rangka Hari Lahir ke-93 Nahdathul Ulama di Lapangan Sri Mersing Kota Tebingtinggi, Sumut, Rabu (27/2) diwarnai kericuhan. Para pelaku dikabarkan meminta membubarkan acara.
Acara itu, juga dihadiri oleh Kapolda Sumut dan Wali Kota Tebingtinggi. Seseorang bernama Suhairi alias Gogon bersama temannya berusaha masuk ke lokasi. Suhairi yang mengenakan baju #gantipresiden meminta acara itu dibubarkan. Mereka juga meneriakkan ganti presiden dan mengacungkan 2 jari.
Ke-11 tersangka yakni, Muhammad Husni Habibi; Fauzi Saragih; Amir Sitompul; Abdul Rahman; Syahrul Sirait; Oni Qital; M Anjas; Arif Darmadi; Ilham; dan Rahmad Puji Santoso.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022