
Anggota DPR Zainuddin Maliki saat ditemui di Jawa Pos di Jakarta, Minggu (23/6). Zainuddin punya relasi erat dengan Jawa Pos sejak dekade 1990-an. (KHAFILDLUL ULUM/JAWA POS)
Zainuddin Maliki mempunyai hubungan emosional yang mendalam dengan Jawa Pos. Diawali dengan aktif menulis, relasi mantan rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya itu berlanjut hingga menjadi rujukan narasumber bagi Jawa Pos.
KHAFILDLUL ULUM, Jakarta
---
Zainuddin muda sangat gembira saat tulisannya dimuat di halaman opini Jawa Pos sekitar 1990-an. Saat itu dia aktif sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), UM Surabaya, dan beberapa kampus lainnya. Sejak saat itu tulisannya semakin sering muncul di rubrik opini koran Jawa Pos.
Apalagi ketika Zainuddin menjadi rektor UM Surabaya. Cukup sering tulisannya menghiasi koran yang mempunyai jargon Selalu Ada Yang Baru itu. Tak terhitung juga berapa kali Zainuddin menjadi narasumber.
Anggota DPR RI Fraksi PAN tersebut masih ingat sekali ketika menjadi pembicara dalam sebuah acara yang digelar di Graha Pena Surabaya. Kala itu hadir Nur Syam, mantan rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya (sekarang UIN Sunan Ampel Surabaya) yang juga menjadi pembicara. Nur Syam merupakan adik kelas Zainuddin, baik saat kuliah di IAIN Sunan Ampel maupun ketika menempuh S-2 di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.
Saking akrabnya, ada pernyataan Nur Syam yang sempat viral pada zaman dulu. Nur Syam menyebutkan bahwa Zainuddin hanya mencari pekerjaan di Muhammadiyah. Kalau sakit, dia datang ke rumah sakit milik Nahdlatul Ulama (NU). Begitu juga soal keagamaan, Zainuddin ikut NU karena keluarganya merupakan warga NU.
”Itu geger di tempat saya. Padahal, Nur Syam hanya guyon (bercanda, Red),” kenang Zainuddin, lantas tertawa saat ditemui Jawa Pos di Rumah Jabatan Anggota (RJA) DPR RI, Kalibata, Jakarta, Minggu (23/6).
Pengalaman yang tak kalah berkesannya adalah ketika Zainuddin terpilih sebagai ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur pada 2008. Sebab, saat itu pemilihannya digelar di Graha Pena Surabaya, markas Jawa Pos.
Kala itu Daniel M. Rosyid, yang jabatannya sebagai ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur berakhir, menunjuk Sam Abede Pareno, guru besar Unitomo Surabaya, untuk menjadi penggantinya, tapi Sam menolak. Sam malah meminta Zainuddin sebagai penerus Daniel. Akhirnya, secara aklamasi Zainuddin terpilih sebagai ketua dewan pendidikan. ”Kenangan di Jawa Pos sangat membekas,” ungkapnya.
Bagi Zainuddin, Jawa Pos bukan hanya media yang sekadar menyajikan berita. Lebih dari itu, Jawa Pos adalah media yang berhasil mengubah paradigma dan pola pikir masyarakat tentang koran nasional.
Baca Juga: Apa Kabar ”Sastra Koran”?
Saat itu masyarakat beranggapan bahwa koran nasional adalah media yang terbit di Jakarta. Maka, jika ingin membaca koran nasional, mereka harus membaca media yang terbit di Jakarta. Jawa Pos datang dan berhasil mengubah framing itu. Buktinya adalah Jawa Pos sendiri, yang berhasil menjadi koran nasional yang bermarkas di Jawa Timur. ”Jawa Pos mendekonstruksi narasi agung tentang media dan itu berhasil,” ucap Zainuddin.
Bukan hanya itu, Jawa Pos juga menyuguhkan hal yang baru dalam kepenulisan berita. Sebelumnya masyarakat hanya mengenal bahwa berita koran adalah straight news, sedangkan interpretative news atau feature merupakan milik majalah. Anggapan tersebut diubah oleh Jawa Pos dengan menyuguhkan feature news yang menarik.
Feature yang disajikan Jawa Pos menceritakan sangat detail dan deskriptif sebuah berita. ”Ada yang namanya rasa, itu juga disentuh. Orang yang baca berita akhirnya emosinya juga tergerak,” ucapnya. Zainuddin berharap Jawa Pos terus berkembang dan fokus dalam konvergensi media, antara cetak dan digital. (*/c9/bay)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
