Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Januari 2023 | 17.01 WIB

Menjaga si Ranking Satu

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Setelah beberapa kali kalender tahun berganti, akhirnya Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo lengser juga dari posisi nomor satu ganda putra. Sinyal baik atau sinyal burukkah itu?

Mau dilihat sebagai hal baik, boleh. Atau, kalau dilihat buruk juga tidak salah. Apa baiknya? Baiknya ya, pengganti Marcus/Kevin di numero uno dunia tetap pasangan dari Indonesia, Fajar Alfian/M. Rian Ardianto.

Lantas, buruknya? Jelas 2023 adalah tahun memburu poin untuk Olimpiade 2024 Paris. Marcus/Kevin yang terpuruk di ranking ke-23 dunia sementara akan ngoyo memburu poin demi lolos multievent empat tahunan terbesar tersebut.

Proses perburuan poin sendiri sudah dimulai pekan kedua Januari di Malaysia Open (10–15 Januari).

FajRi –akronim Fajar/Rian– pasti akan all-out memburu tiket lolos Olimpiade. Sebagai partner di lapangan, mereka sudah bahu-membahu sejak 2016 lalu. Di dua Olimpiade terakhir, 2016 Rio de Janeiro dan 2020 Tokyo, mereka gagal lolos.

Senior-senior mereka di ganda putra yang mewakili bangsa ini. Dan, setelah Hendra Setiawan/(alm) Markis Kido sukses dengan medali emas di Olimpiade 2008 Beijing, ganda putra tak pernah lagi berkontribusi medali.

Pada 2016, ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang naik podium teratas. Kemudian 2021, ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang menjaga tradisi emas dari bulu tangkis.

Apakah FajRi menjadi kans terbesar meraih medali emas buat Olimpiade 2024 Paris? Tak ada yang tahu perjalanan ke depan.

Namun, seperti yang dikatakan eks pelatih ganda putra pelatnas Chafidz Yusuf kepada Jawa Pos (28/12), FajRi menjadi ganda putra yang paling konsisten performanya sejauh ini.

Di 2022, mereka juara di empat turnamen dan runner-up di empat turnamen. Power Rian dipadu dengan kejelian Fajar men-setting serangan menjadi kekuatan tersendiri.

Untuk merebut poin maksimal di 2023 dan mengamankan tiket FajRi ke Olimpiade, pelatih ganda putra pelatnas Herry Iman Pierngadi harus berstrategi.

Pastinya akan ada penataan prioritas turnamen tahun depan yang harus diikuti FajRi beserta target yang dicapai.

Herry IP –sapaan Herry Iman Pierngadi– sebagai pelatih ganda putra yang sudah berdekade pasti sangat nglothok di luar kepala rumusan-rumusan turnamen yang diikuti dan tidak diikuti.

Selain pengaturan turnamen, jangan lupa Herry IP harus mewaspadai soal nonteknis. Atau sebut saja menjaga mood dan kekompakan dalam-luar lapangan FajRi.

Badminton lovers pasti masih ingat bagaimana di 2022 Herry IP sempat bersitegang dengan salah satu pemain terbaiknya, Kevin. Masalah itu sempat membuat suasana sektor ganda putra pelatnas kurang nyaman.

Kevin jelas punya pengaruh kuat di antara rekan-rekannya. Pemain PB Djarum Kudus itu juga dikenal sebagai sosok yang vokal. Sedangkan Herry IP punya otoritas terhadap anak asuhnya.

Untungnya, pusaran masalah Herry IP dan Kevin tak berlarut-larut. Keduanya pun saling memberi maaf lewat mediasi yang dilakukan PP PBSI.

Dan, demi tak terulangnya konflik serupa, induk organisasi bulu tangkis tertinggi Indonesia itu wajib menjaga harmonisasi pelatnas. Apalagi, perburuan poin Olimpiade sudah di depan mata. Selamat berjuang! (*)

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore