
Photo
JawaPos.com - ”LIONEL Messi telah menaklukkan puncak terakhirnya. Lionel Messi telah berjabat tangan dengan surga.”
Kalimat masyhur ala komentator kondang Peter Drury dalam final Piala Dunia 2022 antara Argentina versus Prancis di Lusail Iconic Stadium (19/12) itu masih terngiang.
Berbarengan dengan berbagai apresiasi yang terus mengalir kepada Messi sampai saat ini.
Capaian Messi begitu monumental. Menjalani lima kali Piala Dunia, termasuk laga final kali kedua (setelah edisi 2014 di Estadio do Maracana, Rio de Janeiro, Brasil), Messi mengangkat trofi juara untuk mengakhiri perbandingan siapa yang lebih hebat antara dirinya dan Diego Maradona maupun Cristiano Ronaldo.
Padahal, dua bulan sebelum malam final di Lusail, untuk kali pertama dalam 17 tahun, Messi tidak masuk nominasi atau berada dalam daftar 30 pemain kandidat peraih Ballon d’Or.
Fakta yang aneh kalau mengingat bahwa La Pulga adalah pemenang tahun sebelumnya sekaligus pesepak bola di jagat ini yang paling banyak meraihnya (7 kali).
Karim Benzema, yang gagal memperkuat Prancis di Piala Dunia 2022, ditahbiskan sebagai pemenang penghargaan pemain terbaik dunia versi France Football tersebut.
Berusia 34 tahun 302 hari, Coco menjadi pemain paling gaek kedua yang memenangi Ballon d’Or setelah Stanley Matthews.
Cerita Messi dan Benzema tak ubahnya bertukar kesuksesan. Gagal dalam satu ajang bukan berarti akan selalu gagal di ajang lainnya. Atau kesuksesan dalam sebuah ajang tidak lantas jaminan kesuksesan pada ajang berikutnya.
Konsep berbeda tentang bertukar kesuksesan muncul dari Robert Lewandowski dan Erling Haaland ketika mereka meninggalkan arena bermain mereka di Bundesliga pada musim panas lalu.
Lewy memilih berkarier di La Liga bersama FC Barcelona, sedangkan Haaland menjajal Premier League dalam skuad Pep Guardiola di Manchester City.
Menghadapi kompetisi baru ternyata tidak mengerem produktivitas gol Lewy dan Haaland. Mereka seperti menukar kesuksesan mereka sebagai bomber haus gol di Bundesliga ke liga elite Eropa lainnya.
Lewy sudah mencetak 13 gol dari 14 penampilan di La Liga sampai jeda Piala Dunia 2022. Haaland malah menembus 20 gol di Premier League hanya dalam 14 laga. Artinya, Haaland mencetak gol setiap 56,5 menit di lapangan.
Kalau statistik itu bertahan sampai akhir musim, anak Alfie Haaland tersebut bisa finis dengan torehan 61 gol!
Menjalani 2023, cerita tentang menukar kegagalan dengan kesuksesan bisa menyasar siapa saja.
Tinggal memilih konsep yang mana. Bisa saja penantian Messi merengkuh juara dunia menular ke klubnya, Paris Saint-Germain, dalam menaiki podium tertinggi di Liga Champions. Ambisi yang sudah jadi blueprint Qatar Sports Investments sejak mengakuisisi PSG pada 2011.
Kerajaan Arab Saudi melalui Public Investment Fund juga sedang membangun singgasana baru di Newcastle United. Juara Premier League musim ini terlalu ajaib.
Cinderella story cukup jadi milik Leicester City (2015–2016). The Magpies, sepertinya, sudah berprestasi kalau bisa mempertahankan posisi di zona Liga Champions sebagaimana dalam dua bulan terakhir.
Setidaknya, The Magpies sudah punya konsep bertukar kesuksesan ala Lewy-Haaland.
Yakni, bagaimana caranya memindahkan musim hebat pelatih Sir Bobby Robson pada awal 2000-an (main di Liga Champions 2002–2003) ke musim Eddie Howe sekarang. (*)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
