
Ilustrasi
Potensi calon pemilih tidak memilih atau menjadi golput pada pilkada 2018 dan Pemilu 2019 diprediksi tetap tinggi. Pemicunya, mereka telah kehilangan kepercayaan kepada parpol dan politisi.
Setidaknya, asumsi tersebut dikuatkan dengan masih banyaknya politikus yang terjerat kasus korupsi. Yang terbaru adalah kasus korupsi proyek pengadaan KTP elektronik (e-KTP) dengan terdakwa Setya Novanto yang kini disidangkan di pengadilan tipikor. Para anggota DPR periode 2009–2014 yang diduga menerima uang proyek e-KTP akan terungkap dalam proses pembuktian nanti.
Selain itu, publik makin jenuh dengan janji-janji kampanye. Rakyat yang semakin cerdas ternyata tidak diimbangi pendewasaan politisi. Sepak terjang kepala daerah hasil pilkada beberapa waktu lalu menjadi pengingat. Mereka ternyata pintar mengobral janji daripada melaksanakan isi kampanye. Itu belum lagi kepala daerah korup yang kini berurusan dengan KPK. Tentu saja, rakyat kini tidak mau tertipu untuk kali kedua.
Karena itulah, rakyat kini lebih suka menghadiri acara aksi massa berlatar keagamaan (misalnya di Monas) daripada agenda kepartaian. Dalam aksi massa, rakyat bisa menumpahkan aspirasi secara langsung. Mereka seolah tidak butuh penyaluran aspirasi melalui parlemen. Rakyat seolah tidak memercayai lagi sistem keterwakilan. Padahal, triliunan rupiah sudah dikeluarkan untuk memilih anggota dewan.
Kini parpol memiliki tanggung jawab untuk mengembalikan kepercayaan tersebut. Parpol harus mampu merekrut kader atau anggota partai yang kompeten. Kader kompeten diharapkan memiliki norma dan perilaku yang bagus. Mereka mesti mengembalikan kepercayaan publik terhadap sistem kepemiluan yang sudah ada.
Selain itu, politisi harus mulai berpikiran out of the box saat berinteraksi dengan rakyat. Mereka tak perlu lagi menarasikan jargon yang muluk-muluk. Yang sulit dicerna publik. Para kader parpol sepatutnya makin membaur dengan rakyat untuk memahami permasalahan di level akar rumput. Rakyat tak butuh hal-hal bersifat abstrak, tapi lebih butuh fakta yang konkret. Yang terpenting lagi: politisi jangan berbohong dan korupsi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022