
Ilustrasi
Tak ada yang mengejutkan dari laporan terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) awal pekan ini. BPS mencatat, pada triwulan II 2017 ekonomi RI hanya tumbuh 5,01 persen. Angka itu di bawah ekspektasi pemerintah yang optimistis ekonomi bisa tumbuh 5,1 persen.
Jauh-jauh hari sejumlah kalangan memang sudah memprediksi pertumbuhan tak akan sesuai dengan harapan. Salah satu penyebabnya adalah lesunya daya beli. Momen Ramadan dan Lebaran yang biasanya menjadi pesta sektor ritel ternyata tidak mampu mendongkrak konsumsi.
Bukan hanya konsumsi rumah tangga yang turun. BPS juga menyoroti penurunan konsumsi pemerintah (minus 1,93 persen). Penurunan itu dipicu efisiensi belanja di kementerian/lembaga (K/L), khususnya untuk perjalanan dinas, sosialisasi, hingga pengadaan alat tulis.
Tentu hal tersebut harus menjadi catatan pemerintah yang mencanangkan pertumbuhan 5,2 persen tahun ini. Di sisa waktu empat bulan, harus ada terobosan baru untuk menstimulasi ekonomi agar tak terjadi stagnasi. Tapi, lagi-lagi langkah yang diambil ialah merilis paket kebijakan ekonomi baru. Rencananya, paket kebijakan ekonomi jilid 16 itu dirilis sebelum Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus pekan depan.
Titik tekan paket kebijakan tersebut adalah perbaikan iklim investasi melalui penyederhanaan perizinan di pusat dan daerah. Insentif lainnya, belanja pemerintah yang lazimnya baru terealisasi pada kuartal ketiga dan keempat. Apakah kebijakan baru itu bakal efektif? Pasti kita semua berharap sinergi paket kebijakan jilid 1–16 bakal efektif menggenjot perekonomian.
Namun, kita juga harus realistis, tantangan yang dihadapi masih berat. Selain ketidakpastian global, situasi di dalam negeri pun sedang menghangat. Target penerimaan negara lewat pajak sepertinya juga bakal sulit tercapai.
Tetapi, setidaknya kita punya modal kuat lantaran inflasi terjaga di kisaran 3 persen. Dengan inflasi terkendali, daya beli masyarakat masih bisa dipulihkan meski tidak dalam waktu singkat. Ketika semua disinergikan, kita semua optimistis masih ada harapan untuk mencapai target pertumbuhan 5,2 persen tahun ini.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
