
Photo
JawaPos.com – Dalam rangka menekan harga bahan pokok di Pulau Seribu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun JakGrosir. Secara langsung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan JakGrosir dalam Puncak Acara Festival Bahari Jakarta 2019, di Pulau Tidung Besar, Kepulauan Seribu, pada Minggu (22/9) lalu.
Anies mengatakan, kehadiran JakGrosir ini untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok di Kepulauan Seribu. Seperti diketahui, harga kebutuhan pokok, terutama bahan pangan di daerah tersebut saat ini masih cukup tinggi dibandingkan dengan harga yang ada di daratan Jakarta. Di JakGrosir ini harga barang-barang yang dijual setara dengan yang ada di wilayah perkotaan Jakarta.
“Tujuan adanya JakGrosir ini adalah kebutuhan pokok warga di Kepulauan Seribu akan bisa didapat dengan harga yang jauh lebih murah. Dengan begitu, masyarakat di Kepulauan bisa menikmati kesetaraan. Ini kita dorong bersama,” ujar Anies dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Sabtu (26/10).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meresmikan Jakgrosir di Kepulauan Seribu. (Dok Dinas Kominfotik DKI Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meresmikan Jakgrosir di Kepulauan Seribu. (Dok Dinas Kominfotik DKI Jakarta)
Pembangunan JakGrosir sebagai pusat perkulakan di Kepulauan Seribu memang menjadi salah satu program prioritas Pemprov DKI Jakarta. Toko ini di dibangun di atas lahan seluas 3.300 meter persegi dengan luas bangunan 492 meter persegi.
Hal ini merupakan salah satu bentuk perwujudan dari strategi utama pengendalian inflasi Ibu Kota yang diterapkan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta. Lebih rendahnya harga suplai barang yang diterima oleh pedagang diharapkan diikuti dengan harga yang lebih murah dan stabil ditingkat konsumen.
“Selama ini masalah yang mereka hadapi adalah kebutuhan pokok harganya lebih mahal, karena biaya transport cukup tinggi. Sekarang dengan JakGrosir di sini, harapannya persoalan itu selesai. Ke depan kita akan membangun lebih banyak lagi sesuai dengan kebutuhan penyebaran penduduk di pulau-pulau di Kepulauan Seribu ini,” jelasnya.
Anies berharap setelah JakGrosir dibangun, ekosistem bahan pokok di Kepulauan Seribu tumbuh dengan sehat. Dia meminta Bupati dan Dinas UMKM untuk melakukan pengawasam ketat. Sehingga program ini berjalan seperti yang diharapkan.
Beroperasinya JakGrosir di Pulau Tidung Kecil ini, nantinya kebutuhan pangan murah akan disalurkan untuk pulau-pulau lain yang ada di seluruh Kepulauan Seribu. Ke depan, JakGrosir diharapkan dapat hadir di wilayah atau pulau lainnya di Kepulauan Seribu. Dengan begitu, penyaluran pangan murah dapat lebih cepat sampai kepada masyarakat.
“Inilah yang kita kendalikan bagaimana harga di end user itu bisa dikontrol, sehingga masyarakat di pulau bisa terjaga daya belinya,” tambah Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin.
JakGrosir ditargetkan untuk penjualan kepada para pedagang yang ada di Kepulauan Seribu. Selain itu, para pemilik Kartu KJP, PHL, PPSU, kaum Disabilitas dan kaum Lansia juga akan mendapatkan pangan murah bersubsidi. Dengan begitu, masyarakat Jakarta di Kepulauan pun dapat lebih sejahtera. Guna semakin berdampak pada masyarakat setempat, para pegawai JakGrosir diutamakan dari penduduk sekitar. JakGrosir Pulau Tidung Kecil akan beroperasi setiap hari sejak pukul 07.30 hingga 17.00.
Dengan adanya Jakgrosir, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap masalah disparitas harga dapat dituntaskan. Yaitu dengan program Digital Island. Dimana penyediaan sistem pembayaran cashless di JakGrosir yang merupakan fasilitas perkulakan pertama di Kepulauan Seribu diharapkan bisa membantu warga.
Direktur Kredit UMK dan Usaha Syariah Bank DKI, Babay Parid Wazdi mengatakan untuk mewujudkan digital island di Pulau Seribu, Bank DKI menyediakan fasilitas Electronic Data Capture (EDC). Mesin itu sebagai solusi pembayaran non tunai menggunakan kartu ATM untuk berbelanja serta menikmati harga 30 persen lebih murah di banding sebelumnya.
“Para pemegang kartu KJP Bank DKI, Lansia, Kartu Pekerja, PHL/PPSU juga dapat menikmati barang kebutuhan pokok lebih murah,” ungkap.
Sebagai informasi, Bank DKI bersama dengan Pemprov DKI Jakarta telah memiliki program Digital Island di Kepulauan Seribu. Digital Islan adalah program inklusi keuangan untuk membudayakan cashless transaction masyarakat Kepulauan Seribu. Pada program ini, Bank DKI menyediakan 86 mesin EDC di 8 pulau, 300 merchant JakOne Mobile, 12 agen Laku Pandai serta 11 mesin ATM di 7 Pulau.
“Harapannya, masyarakat Kepulauan Seribu maupun pengunjung wisatawan di mudahkan dalam bertransaksi pada layanan perbankan,” pungkas dia.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
