
Menpora Erick Thohir saat meluncurkan Wirasena Hub di TIM, Jakarta Pusat (Dok Tazkia Royyan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meluncurkan Wirasena Hub untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi generasi muda saat ini. Mulai dari akses pengembangan diri hingga peluang mewujudkan cita-cita.
Dalam pemaparannya, Erick menyoroti besarnya tantangan yang dihadapi pemuda di tingkat global. Ia menyebut hampir 65 juta generasi muda di dunia menganggur. Selain itu, satu dari lima anak muda di dunia tidak bersekolah, tidak bekerja, dan tidak mengikuti pelatihan.
“Satu dari lima anak muda di dunia, bukan hanya di Indonesia, tidak sekolah, tidak bekerja, dan tidak ikut pelatihan,” kata Erick di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta pada Kamis (29/10).
Erick juga menyinggung persoalan kesehatan mental yang menjadi tantangan generasi muda. Menurutnya, satu dari tujuh remaja di dunia hidup dengan gangguan kesehatan mental. Persoalan tersebut perlu ditangani bersama, bukan hanya oleh pemerintah, tetapi juga akademisi, pakar, dan masyarakat.
“Tantangan kita semua adalah mendengar suara kalian, suara anak muda, suara anak muda seutuhnya,” tuturnya.
Ia menegaskan isu kepemudaan tidak bisa hanya dibahas tanpa diikuti solusi konkret. Karena itu, Kemenpora berupaya membangun kolaborasi lintas kementerian untuk memperluas kesempatan bagi anak muda, termasuk dalam bidang pekerjaan dan pengembangan kompetensi.
Erick menyebut telah ada penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait program magang yang ditujukan untuk menyediakan 300 ribu kesempatan magang bagi generasi muda. Ia berharap kerja sama tersebut dapat memperkuat akses pemuda terhadap pengalaman kerja.
“Banyak kementerian ini menjadi melting pot, menjadi sebuah kebersamaan untuk memberikan masa depan kalian. Kalian adalah masa depan Indonesia, kalian harus menjadi bagian dari masa depan itu,” tuturnya.
Selain persoalan pekerjaan dan pendidikan, Erick menyoroti pentingnya literasi informasi di tengah perkembangan digitalisasi. Menurutnya, misinformasi dan disinformasi menjadi tantangan global yang perlu dihadapi secara serius. Dia menegaskan, kritik tetap diperlukan, tetapi penyebaran informasi yang keliru dapat menghambat upaya mencari solusi.
Dalam kesempatan tersebut, Erick juga mendorong generasi muda untuk tidak berhenti pada mimpi, tetapi mewujudkannya melalui kerja nyata. Dia menilai kontribusi terhadap bangsa tidak sebatas simbol patriotisme, melainkan juga karya dan kemampuan yang bermanfaat bagi masyarakat. “Jangan hanya sekadar mimpi, tapi mengerjakan mimpi-mimpi itu kesehariannya,” katanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022