Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Oktober 2026 | 06.02 WIB

Buka Berbagai Kesempatan untuk Pemuda, Menpora Luncurkan Wirasena Hub

Menpora Erick Thohir saat meluncurkan Wirasena Hub di TIM, Jakarta Pusat (Dok Tazkia Royyan/JawaPos.com) - Image

Menpora Erick Thohir saat meluncurkan Wirasena Hub di TIM, Jakarta Pusat (Dok Tazkia Royyan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meluncurkan Wirasena Hub untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi generasi muda saat ini. Mulai dari akses pengembangan diri hingga peluang mewujudkan cita-cita.

Dalam pemaparannya, Erick menyoroti besarnya tantangan yang dihadapi pemuda di tingkat global. Ia menyebut hampir 65 juta generasi muda di dunia menganggur. Selain itu, satu dari lima anak muda di dunia tidak bersekolah, tidak bekerja, dan tidak mengikuti pelatihan.

“Satu dari lima anak muda di dunia, bukan hanya di Indonesia, tidak sekolah, tidak bekerja, dan tidak ikut pelatihan,” kata Erick di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta pada Kamis (29/10).

Erick juga menyinggung persoalan kesehatan mental yang menjadi tantangan generasi muda. Menurutnya, satu dari tujuh remaja di dunia hidup dengan gangguan kesehatan mental. Persoalan tersebut perlu ditangani bersama, bukan hanya oleh pemerintah, tetapi juga akademisi, pakar, dan masyarakat.

“Tantangan kita semua adalah mendengar suara kalian, suara anak muda, suara anak muda seutuhnya,” tuturnya.

Ia menegaskan isu kepemudaan tidak bisa hanya dibahas tanpa diikuti solusi konkret. Karena itu, Kemenpora berupaya membangun kolaborasi lintas kementerian untuk memperluas kesempatan bagi anak muda, termasuk dalam bidang pekerjaan dan pengembangan kompetensi.

Erick menyebut telah ada penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait program magang yang ditujukan untuk menyediakan 300 ribu kesempatan magang bagi generasi muda. Ia berharap kerja sama tersebut dapat memperkuat akses pemuda terhadap pengalaman kerja.

“Banyak kementerian ini menjadi melting pot, menjadi sebuah kebersamaan untuk memberikan masa depan kalian. Kalian adalah masa depan Indonesia, kalian harus menjadi bagian dari masa depan itu,” tuturnya.

Selain persoalan pekerjaan dan pendidikan, Erick menyoroti pentingnya literasi informasi di tengah perkembangan digitalisasi. Menurutnya, misinformasi dan disinformasi menjadi tantangan global yang perlu dihadapi secara serius. Dia menegaskan, kritik tetap diperlukan, tetapi penyebaran informasi yang keliru dapat menghambat upaya mencari solusi.

Dalam kesempatan tersebut, Erick juga mendorong generasi muda untuk tidak berhenti pada mimpi, tetapi mewujudkannya melalui kerja nyata. Dia menilai kontribusi terhadap bangsa tidak sebatas simbol patriotisme, melainkan juga karya dan kemampuan yang bermanfaat bagi masyarakat. “Jangan hanya sekadar mimpi, tapi mengerjakan mimpi-mimpi itu kesehariannya,” katanya.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore