
Aksi Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan Istana Bogor, Kamis (29/10). (Dok Sofiansyah/Radar Bogor)
JawaPos.com - Aksi demonstrasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Kota Bogor di depan Istana Bogor diwarnai aksi pelemparan tomat busuk. Aksi simbolik yang terjadi Kamis (29/10) tersebut digelar sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dikutip dari Radar Bogor (JawaPos Group), massa aksi telah menyiapkan wadah berisi tomat busuk sebelum membagikannya kepada para peserta. Tomat tersebut kemudian dilemparkan dari jarak sekitar 10 meter hingga berserakan di depan gerbang Istana Bogor.
Sebelum aksi pelemparan berlangsung, massa sempat berupaya menghentikan arus lalu lintas menuju Jalan Jalak Harupat guna memastikan lemparan tidak mengenai pengguna jalan. Sejumlah perwakilan demonstran tampak mendekati barikade aparat penegak hukum untuk menghalau kendaraan yang melintas, meski petugas berupaya melerai demi menjaga kelancaran lalu lintas.
Selain melempar tomat, beberapa peserta aksi terlihat mengacungkan gestur tiga jari (three-finger salute).Simbol ini kerap digunakan sebagai bentuk perlawanan terhadap kekuasaan sekaligus semangat pembebasan dari ketidakadilan.
Aksi yang digalang PMII Kota Bogor ini membawa lima poin tuntutan utama yang menyoroti berbagai isu strategis nasional, mulai dari bencana lingkungan hingga kebebasan sipil.
Desakan Penanganan Karhutla dan Kebijakan Ekonomi
Ketua Cabang PMII Kota Bogor Toni Alfazri menegaskan salah satu tuntutan mendesak mereka adalah penetapan kebakaran hutan sebagai bencana nasional agar langkah penanggulangan dapat berjalan maksimal. Menurutnya, kebakaran hutan kini telah menjadi krisis ekologis yang melibatkan kepentingan korporasi.
"Usut tuntas, adili, dan cabut izin operasi korporasi maupun ‘penjahat lingkungan’ yang menjadi dalang utama pembakaran hutan," tegas Toni di lokasi aksi.
Di sektor ekonomi, PMII mendesak pemerintah menstabilkan harga bahan pokok dan membatalkan kebijakan yang dianggap memberatkan masyarakat luas.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022