Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Oktober 2026 | 04.58 WIB

Protes 2 Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Lempar Tomat Busuk ke Istana Bogor

Aksi Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan Istana Bogor, Kamis (29/10). (Dok Sofiansyah/Radar Bogor) - Image

Aksi Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan Istana Bogor, Kamis (29/10). (Dok Sofiansyah/Radar Bogor)

JawaPos.com - Aksi demonstrasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Kota Bogor di depan Istana Bogor diwarnai aksi pelemparan tomat busuk. Aksi simbolik yang terjadi Kamis (29/10) tersebut digelar sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dikutip dari Radar Bogor (JawaPos Group), massa aksi telah menyiapkan wadah berisi tomat busuk sebelum membagikannya kepada para peserta. Tomat tersebut kemudian dilemparkan dari jarak sekitar 10 meter hingga berserakan di depan gerbang Istana Bogor.

Sebelum aksi pelemparan berlangsung, massa sempat berupaya menghentikan arus lalu lintas menuju Jalan Jalak Harupat guna memastikan lemparan tidak mengenai pengguna jalan. Sejumlah perwakilan demonstran tampak mendekati barikade aparat penegak hukum untuk menghalau kendaraan yang melintas, meski petugas berupaya melerai demi menjaga kelancaran lalu lintas.

Selain melempar tomat, beberapa peserta aksi terlihat mengacungkan gestur tiga jari (three-finger salute).Simbol ini kerap digunakan sebagai bentuk perlawanan terhadap kekuasaan sekaligus semangat pembebasan dari ketidakadilan.

Aksi yang digalang PMII Kota Bogor ini membawa lima poin tuntutan utama yang menyoroti berbagai isu strategis nasional, mulai dari bencana lingkungan hingga kebebasan sipil.

Desakan Penanganan Karhutla dan Kebijakan Ekonomi

Ketua Cabang PMII Kota Bogor Toni Alfazri menegaskan salah satu tuntutan mendesak mereka adalah penetapan kebakaran hutan sebagai bencana nasional agar langkah penanggulangan dapat berjalan maksimal. Menurutnya, kebakaran hutan kini telah menjadi krisis ekologis yang melibatkan kepentingan korporasi.

"Usut tuntas, adili, dan cabut izin operasi korporasi maupun ‘penjahat lingkungan’ yang menjadi dalang utama pembakaran hutan," tegas Toni di lokasi aksi.

Di sektor ekonomi, PMII mendesak pemerintah menstabilkan harga bahan pokok dan membatalkan kebijakan yang dianggap memberatkan masyarakat luas.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore