Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Diar Candra
Rabu, 28 Oktober 2026 | 04.18 WIB

Posko Mahasiswa Indonesia Serukan Persatuan di Hari Sumpah Pemuda Ke-98

Ilustrasi peringatan Hari Sumpah Pemuda (Istimewa) - Image

Ilustrasi peringatan Hari Sumpah Pemuda (Istimewa)

JawaPos.com – 28 Oktober diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Di beberapa wilayah seperti Jakarta, Jogja, Bandung, Malang, dan Surabaya seruan menggelar aksi turun ke jalan dalam rangka Hari Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10) oleh para pemuda atau pun mahasiswa lantang terdengar.

Jika ada yang turun ke jalan, maka Fajar Novryanto dari Posko Mahasiswa Indonesia Komisariat Universitas YAI memilih berbeda. Fajar mengungkapkan di momen peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini, seluruh mahasiswa harus bersatu dan menjaga bangsa Indonesia tanpa harus mengesampingkan sikap kritisnya.

Fajar menyatakan kekritisan mahasiswa bisa diwujudkan dalam berbagai hal. Seperti menuangkan gagasan dalam dalam tulisan, berargumen di ruang diskusi, yang berujung pada usulan solusi untuk merespons permasalahan bangsa.

Ia menilai aksi mahasiswa itu hanya salah satu cara untuk menyampaikan aspirasi jika semua upaya dialog telah dilakukan dan berujung buntu. Meski begitu, Fajar menilai aksi unjuk rasa harus dilakukan dengan damai dan elegan.

“Kami menolak segala bentuk unjuk rasa yang disampaikan dengan cara-cara yang anarkis. Bagi kami, jalan kekerasan bukanlah pilihan, sebab unjuk rasa harus memberikan kontribusi yang positif bagi kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara, bukan sebaliknya,” kata Fajar dalam keterangan kepada media Selasa (27/10).

Jesika Boangmanalu dari Posko Mahasiswa Indonesia Komisariat Universitas Jayabaya mengatakan persatuan Indonesia merupakan pondasi kokohnya bangsa ini. Karena itulah persatuan harus dijaga agar Indonesia tidak mudah dipecah belah oleh kekuatan proxy yang bisa menyusup dalam lewat berbagai hal, termasuk gerakan mahasiswa.

“Persatuan merupakan energi yang harus dijaga oleh setiap warga Indonesia, utamanya generasi muda yang menjadi tumpuan banda di kemudian hari,” ujar Jesika di Jakarta, Selasa (27/10).

Sementara itu, Aleksander Amsterdam dari Posko Mahasiswa Indonesia Komisariat Universitas Nasional (Unas) mengatakan persatuan Indonesia bisa dimulai dari ruang-ruang diskusi dan konsolidasi mahasiswa yang mampu menyatu dalam gagasan, tanpa dipecah belah oleh kepentingan politik praktis.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore