Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Agustus 2026 | 22.03 WIB

Detik-detik Hafiz Quran Bonyok Usai Demo: Lagi Asik Ngopi Diserang Orang Tak Dikenal

Faturrohman, 19, kembali ke rumahnya setelah menjadi korban penganiayaan oleh kelompok orang tidak dikenal (OTK) saat pembubaran massa demonstrasi di kawasan Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Faturrohman, 19, kembali ke rumahnya setelah menjadi korban penganiayaan oleh kelompok orang tidak dikenal (OTK) saat pembubaran massa demonstrasi di kawasan Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Seorang pelajar berusia 19 tahun bernama Faturrohman menjadi korban penganiayaan oleh kelompok orang tidak dikenal (OTK) saat pembubaran massa demonstrasi di kawasan Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (27/8).

Ia pun mengalami luka lebam pada bagian mata, wajah dan kepala akibat pemukulan benda tumpul.

Menurut keterangan saksi mata di lokasi, Arif, peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba saat ia sedang berada di pemukiman bersama korban. Sejumlah orang bersenjata kayu mendadak masuk ke area pemukiman warga.

"Jadi malam itu saya lagi duduk-duduk sama Fatur. Saya lagi ngopi tau-tau massa pada masuk. Ya saya kaget. Saya lihat mereka pada bawa balok, ya saya kabur menyelamatkan diri," ujar Arif, Kamis (28/8).

Arif menambahkan, aparat kepolisian yang berada di lokasi tidak masuk ke dalam pemukiman karena mengetahui area tersebut merupakan pemukiman warga. Ia menduga kelompok yang masuk merupakan elemen massa ormas.

Kronologi Penganiayaan Menurut Guru Korban

Guru Faturrohman, Fahmi, mengonfirmasi bahwa anak didiknya yang duduk di kelas 12 tersebut sempat merespons pesan singkat dari wali kelas terkait arahan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada pukul 22.01 WIB, sebelum insiden penganiayaan terjadi sekitar pukul 23.00 WIB.

"Sekitar jam 23.00 WIB saya chatting dia ceklis satu. Tadi saya tanya mamanya, HP-nya juga hilang. Pokoknya sama orang yang tidak dikenal ditarik, diseret, ditendang, diinjak," kata Fahmi, Jumat (28/8).

Fahmi menjelaskan, Faturrohman merupakan seorang qori dan hafiz Qur'an yang kerap menjuarai perlombaan keagamaan.

"Dia itu hafiz Quran dan suka menang jadi tidak suka ikut kerusuhan," katanya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore