
Jejak Soekarno di Vila Riung Gunung. (Istimewa)
JawaPos.com - Di kawasan Riung Gunung, Puncak, Kabupaten Bogor, terdapat sebuah bangunan yang menyimpan jejak sejarah dari masa awal kemerdekaan Indonesia. Vila Riung Gunung berdiri di balik pepohonan dan hanya dapat terlihat setelah menaiki tangga panjang yang berada di sisi jalan.
Keberadaan tangga tersebut viral setelah akun X @Ccookk_ mengunggah foto tangga yang berada di kawasan Puncak. “Diatas ini sebenernya apa dah??? Puncak Bogor, Jawa Barat”.
Unggahan itu kemudian memunculkan berbagai dugaan mengenai bangunan yang berada di ujung tangga, mulai dari vila tua hingga bangunan yang sudah lama tidak digunakan.
Di balik tangga tersebut terdapat Vila Riung Gunung yang memiliki catatan sejarah sejak dekade 1950-an. Bangunan ini didirikan pada rentang 1955–1957 dan dikenal sebagai salah satu tempat yang pernah digunakan Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia, untuk singgah dan beristirahat ketika berada di kawasan Puncak.
Hubungan vila tersebut dengan Soekarno juga tercatat melalui sebuah prasasti yang masih berada di dalam bangunan. Prasasti itu mencantumkan keterangan bahwa pembangunan vila dilakukan di bawah pimpinan Soekarno, dengan Soedarsono sebagai arsiteknya.
Selain catatan tertulis pada prasasti, keberadaan Soekarno di Riung Gunung juga menjadi bagian dari cerita yang diwariskan masyarakat sekitar. Memasuki dekade 1960-an, riwayat tempat tersebut semakin terlihat dalam sejumlah catatan dan dokumentasi ketika Vila Riung Gunung digunakan sebagai Riung Gunung Coffee House.
Pada dekade 1960-an, kawasan Puncak merupakan salah satu jalur yang dilewati dalam perjalanan Jakarta–Bandung. Di tengah jalur yang berkelok dan dikelilingi perbukitan, Riung Gunung menjadi salah satu tempat persinggahan. Sebuah tangga panjang dari tepi jalan menghubungkan kawasan tersebut dengan bangunan yang digunakan sebagai tempat menikmati kopi sekaligus beristirahat.
Pada masa itu, pengelolaan Vila Riung Gunung berada di bawah Hotel Indonesia dan bangunan tersebut difungsikan sebagai coffee house. Kuki Nasution, warga Bogor yang pernah mendatangi tempat itu pada dekade 1960-an, masih mengingat suasana Riung Gunung saat itu.
“Iya, saya pernah mengunjungi Riung Gunung. Karena saya orang Bogor, jaraknya ke Puncak tidak terlalu jauh. Pada waktu itu belum banyak kafe atau restoran yang bagus, jadi saya suka banget suasananya. Enak banget. Banyak tanaman di dalam restorannya. Penataannya bahkan sudah terasa seperti restoran masa kini, homey, cozy, dan hangat,” ujar Kuki dalam keterangannya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
