
Pejalan kaki melintas di JPO Rasuna Said Jakarta, Kamis (06/08/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos).
JawaPos.com - Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) 'Love and Hate' di Jalan H.R. Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, viral di media sosial. JPO itu viral lantaran berada bersebelahan namun tidak terkoneksi satu sama lainnya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun akhirnya memutuskan untuk membongkar JPO lama dan mengalihkan seluruh akses penyeberangan ke JPO integrasi baru yang terhubung langsung dengan Stasiun LRT Rasuna Said serta Halte Transjakarta.
Keputusan tersebut diambil setelah Gubernur meninjau langsung lokasi pada Minggu (9/8).
Pramono mengatakan, kedua JPO tersebut memiliki fungsi yang sama. Namun, JPO lama yang dibangun sekitar awal tahun 1990-an dinilai sudah tidak memenuhi standar aksesibilitas modern, terutama bagi lansia dan penyandang disabilitas.
Di sisi lain, opsi menyambungkan kedua jembatan juga dibatalkan karena terdapat perbedaan ketinggian lantai yang cukup signifikan, yakni sekitar 75 sentimeter.
"Setelah saya lihat langsung di lapangan, ternyata JPO itu dua-duanya mempunyai fungsi yang sama. Yang satu akan kita bongkar, yang lama. Kenapa harus dibongkar? Karena yang lama tidak ramah terhadap disabilitas, tidak ada lift-nya. Kalau kita sambungkan, ada beda ketinggian yang cukup tinggi," ujar Gubernur Pramono Anung di Bundaran HI, Minggu (9/8).
Sambil berseloroh mengenai istilah "JPO Love and Hate" yang sempat ramai di media sosial, Pramono menegaskan bahwa fasilitas publik harus memberikan kenyamanan setara.
"Jadi ini bukan tentang love and hate yang tidak tersambungkan, menurut saya ini tentang love and love. Tapi setelah melihat kondisi lapangan, love-nya satu saja," kata Pramono.
Setelah pembongkaran JPO lama selesai, seluruh akses pejalan kaki akan difokuskan melalui JPO integrasi yang dibangun oleh pihak LRT dan KAI. Fasilitas pendukung seperti lift dan guiding block di JPO baru ini dipastikan akan beroperasi optimal.
Pemprov DKI Jakarta menargetkan proses pembongkaran jembatan tua tersebut dapat diselesaikan paling lambat pada September atau Oktober 2026.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
