
ILUSTRASI: Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri meninjau pengamanan di Gereja Katolik Paroki Kristus Salvator di Slipi, Palmerah, Jakbar, Senin (22/12) malam. (ANTARA/Risky Syukur)
JawaPos.com - Bentrok 2 kelompok di Matraman dan Jalan Tambak ditengahi oleh Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri. Pada Senin (27/7), kedua pihak bertemu di Polda Metro Jaya. Mereka sepakat untuk berdamai dan menyerahkan proses hukum kepada pihak kepolisian.
Warga Kelurahan Pegangsaan diwakili oleh Ketua RT 08, RW 04, bernama Ica Risanggeni. Sementara keluarga almarhum K diwakili oleh Dami Renjaan. Kedua pihak sepakat berdamai untuk bersama-sama menjaga kondusifitas dan menghormati proses hukum.
”Atas nama warga RT 08, RW 04, Kelurahan Pegangsaan, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ungkap Ica.
Setelah sepakat berdamai, Ica mengungkapkan bahwa masyarakat tidak perlu lagi merasa takut untuk beraktivitas. Para pedagang juga sudah bisa kembali berjualan. Sebab, kedua pihak sudah berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban dari segala bentuk keributan.
”Semoga hubungan baik antar masyarakat tetap terjaga dan peristiwa seperti ini tidak terulang kembali,” ucap dia.
Dalam kesempatan tersebut, Dami Renjaan mengaku sangat berduka atas meninggalnya korban. Namun demikian, dia meminta semua pihak, termasuk keluarga besar untuk menahan diri serta menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
”Kami menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada kepolisian. Kami percaya prosesnya akan dilakukan secara profesional, objektif, dan adil,” kata dia.
Baca Juga:Bismillah! Egy Maulana Vikri Kirim Doa untuk Timnas Indonesia Jelang Lawan Kamboja di Piala AFF 2026
Menurut Dami, saat bentrok terjadi K tidak terlibat sama sekali. Dia hanya kebetulan berada di lokasi kejadian. Dami pun memastikan bahwa K bukan pihak yang terlibat memicu terjadinya bentrok, dia tidak pernah menggeber sepeda motor ke arah pedagang di sekitar lokasi kejadian.
”Kebetulan mampir di tempat kejadian pada sebelum kejadian itu terjadi dan pada saat kejadian itu terjadi. Dan bukan pihak atau yang sebagaimana diberitakan sebelumnya, seolah-olah makan tidak bayar atau seolah-olah menggeber-geber knalpot motor,” tegasnya.
Pasca bentrok tersebut, polisi sudah menetapkan 7 orang tersangka. Sebanyak 4 tersangka diproses atas dugaan pengrusakan gerobak. Mereka berinisial GNA, AJL, FAM, dan EEL. Sementara 3 orang tersangka lainnya dijerat atas dugaan pengeroyokan yang mengakibatkan korban jiwa. Ketiganya berinisial SK, AS, dan OR.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022